Beranda Budaya Pemkot Denpasar, MDA, dan Kepolisian Bersinergi Tertibkan Ogoh-ogoh Ber-“Sound System”

Pemkot Denpasar, MDA, dan Kepolisian Bersinergi Tertibkan Ogoh-ogoh Ber-“Sound System”

bvn/hmden

TERTIBKAN – Pemkot Denpasar, MDA, dan Kepolisian bersinergi menertibkan ogoh-ogoh yang menggunakan sound system pada malam Pangerupukan.

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Pemerintah Kota Denpasar bersinergi dengan MDA Kota Denpasar, FKUB Kota Denpasar, TNI/Polri serta Satpol PP Kota Denpasar melaksanakan sidak dan penertiban guna mengantisipasi penggunaan sound system saat malam Pangerupukan Nyepi Caka 1946 Tahun 2024 di beberapa wilayah Kota Denpasar, Minggu (10/3).

Hal ini sebagai tindak lanjut rapat koordinasi yang menghasilkan kesepakatan bersama lintas sektor antara Pemerintah Kota Denpasar bersama MDA dan bendesa adat se-Kota Denpasar, dilanjutkan dengan rapat koordinasi pengamanan rangkaian Nyepi Caka 1946 bersama Polresta dan Dandim 1611 Badung telah disepakati untuk menggunakan alat musik tradisional. Penggunaan sound system tidak diperbolehkan.

Dalam rapat sebelum turun ke lapangan yakni Jro Penyarikan Desa Adat Denpasar I Made Suwardika meminta, para kaling, kadus, pecalang setempat untuk ikut turun mengecek wilayahnya masing-masing, untuk ikut menjaga keharmonisan budaya kita. Jika ada yang menggunakan sound system langsung tindak tegas. Mari bersama-sama kita jaga tradisi kita ini.

Kapolsek Denpasar Utara Iptu I Putu Carlos Dolesgit saat dijumlai di sela-sela penertiban di lapangan menindak tegas langsung para penyewa sound system yang khusus didatangkan dari Banyuwangi. Hal ini lantaran telah sesuai dengan kesepakatan bersama lintas sektor untuk menjaga keamanan dan kenyamanan Nyepi yang sesuai dresta Bali.

“Sound system ini harus dibongkar dan tidak keluar saat malam Pangerupukan. Para KTP penyewa sudah saya data, jika melanggar, sehabis nyepi akan langsung saya tindak tegas dengan dipanggil kepolisian setempat,” ujarnya.

“Jadi sudah ada kesepakatan antara penyewa sound dan kami dari kepolisian untuk membongkar sound system yang di sewa dari Banyuwangi, dan tidak keluar saat malam Pangerupukan. Marilah kita jaga bersama budaya dan tradisi kita di malam Pangerupukam ini,” imbuhnya. (sar/hmden)

Baca Juga  Lokasabha VIII PHDI Provinsi Bali, Bupati Giri Prasta Ajak Semua Pihak Jaga Persatuan Umat