Beranda Badung News Penghijauan HUT Ke-43 PDAM Tirta Mangutama di Desa Pelaga: Dihadiri Bupati Giri...

Penghijauan HUT Ke-43 PDAM Tirta Mangutama di Desa Pelaga: Dihadiri Bupati Giri Prasta, Tanam 1.000 Pohon Produktif

ist

TANAM POHON – Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menanam pohon pada acara penghijauan HUT ke-43 PDAM Tirta Mangutama, Jumat (6/12) di Banjar Nungnung, Desa Pelaga.

 

MANGUPURA (BALIVIRAL NEWS) –
Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menghadiri penghijauan yang digelar PDAM Tirta Mangutama Badung. Acara ini digelar serangkaian HUT ke-43 dan dipusatkan di Pura Taman Beji, Banjar Nungnung, Desa Pelaga.
Dirut PDAM Badung Ketut Golak didampingi Dirtek Wayan Suyasa dan Dirum IA Eka Dewi Wijaya melaporkan, program ini dilakukan untuk menindaklanjuti gagasan Bupati dalam rangka pelestarian sumber daya alam daerah hulu sungai sebagai sumber air. Hasil survai yang dilakukan, menurut Golak, dari 18 titik wilayah sumber mata air khususnya di Badung Utara rata-rata mengalami penurunan debit yang disebabkan perubahan fungsi di kawasan tersebut.
Golak merinci, jumlah bibit yang disiapkan tercatat 1.000 pohon produktif  terdiri atas alpukat, nangka, kelapa, manggis, durian, pule. Ini semua sesuai dengan keinginan masyarakat. “Di samping berfungsi sebagai penghijauan, pohon-pohon ini memberikan nilai ekonomis sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya.
Bupati Giri Prasta memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan PDAM Tirta Mangutama Badung terkait HUT ke-43. “Kami sangat apresiasi karena kegiatan ini merupakan komitmen Badung bersih dan hijau,” tegasnya.
Dia memastikan, pohon-pohon yang ditanam nantinya akan menjadi penghasil air. Sumber air menjadi besar dan banyak. Walaupun musim panas seperti sekarang, sumber air masih tetap hidup.
Satu lagi, ada komitmen Presiden yakni Bendungan Sidan. Bendungan ini pun nantinya akan mampu menambah pasokan air baku untuk masyarakat maupun pertanian.
Bupati berharap PDAM mampu mengelola air dengan baik dan mampu mengalirkan secara gratis kepada masyarakat. “Jika mampu mengalirkan atau memberikan air secara gratis kepada masyarakat, itu baru namanya hebat,” tegasnya.
Bupati optimis PDAM mampu memberikan air secara gratis kepada masyarakat. Bagaimana dengan usaha? Pelanggan terdiri atas beberapa kategori seperti rumah tangga, industri dan sebagainya. Untuk industri, katanya, tetap kena tarif. Usaha pun akan BEP, bahkan tetap memberikan keuntungan.
Bupati menyatakan akan mendukung semua kebutuhan PDAM walaupun harus bekerja sama dengan kabupaten lain yang menghasilkan air. “Bila perlu kita kontrak sumber airnya,” katanya.
Ditanya mengenai apakah pengolahan air laut masih tetap urgen mengingat sumber air dinilai masih cukup besar, Bupati memberi kesempatan kepada PDAM untuk melakukan kajian. “Jika memang urgen atau mutlak dibutuhkan, silakan diolah menjadi air baku mutu. Sebaliknya jika memang tak urgen, ya tak usah,” tegasnya.
Ketika ditanya soal masih cukup banyak hotel yang belum memanfaatkan jasa PDAM, Bupati asal Desa Pelaga Petang ini menyatakan,tak masalah hotel tak menggunakan jasa PDAM jika memang sumber airnya belum cukup. Namun jika memang PDAM telah mampu mensuplai air untuk hotel, harus mengikuti prosedur. Bagaimana pun Indonesia negara hukum dan ketentuan hukum harus diikuti, termasuk ketentuan hotel harus menggunakan jasa PDAM,” katanya.
Editor Devi Karuna
Baca Juga  New Normal, Badung Prioritaskan Sektor Ekonomi