Beranda Badung News Perdalam SWRO, Prokompim Badung Bersama Wartawan Kunjungi PDAM Lombok Utara

Perdalam SWRO, Prokompim Badung Bersama Wartawan Kunjungi PDAM Lombok Utara

bvn/sar

CENDERAMATA – Pimpinan rombongan PIP Prokompim Badung Ida Bagus Gede Ardjana didampingi Dirtek Perumdam Tirta Mangutama Made Suarsa (kanan) menyerahkan cenderamata kepada Direktur PDAM Amerta Dayan Gunung Lombok Utara Ramdhan Jayadi saat kunjungan, Kamis (6/11/2025).

 

MATARAM (BALIVIRALNEWS) –

Rombongan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) bersama wartawan dari sejumlah media menggelar studi banding atau Pekan Informasi Pendidikan (PIP) ke PDAM Amerta Dayan Gunung Lombok Utara, Kamis (6/11/2025). Studi banding ini digelar terkait sea water reverse osmosis (SWRO) atau pengolahan air laut menjadi air baku yang sudah dilakukan di Lombok Utara, khususnya untuk di Gili Terawangan.

Studi banding dipimpin Asisten II yang juga Plt. Asisten III Setkab Badung Ida Bagus Gede Ardjana didampingi Kabag Prokompim Setkab Badung Made Suardita, bersama 16 wartawan dari berbagai media baik media cetak, elektronik maupun media online. Acara tersebut juga dihadiri oleh Direktur Teknik Perumdam Tirta Mangutama Badung Made Suarsa bersama Kabag Produksinya.

Di tempat pengolahan air laut menjadi air baku di Gili Terawangan, rombongan PIP Prokompim Badung diterima Direktur PDAM Amerta Dayan Gunung Lombok Utara Ramdhan Jayadi bersama pejabat dari PT Tiara Cipta Nirwana (Ticini) yang merupakan mitra PDAM dalam SWRO.

Pimpinan rombongan PIP Prokompim IB Gede Ardjana mengungkapkan, saat ini kebutuhan air baku untuk kebutuhan air Perumdam Tirta Mangutama Badung kian meningkat. Selain untuk kebutuhan masyarakat, Perumdam Tirta Mangutama juga harus memasok air untuk kebutuhan industri atau niaga.

Kondisi yang ada saat ini, katanya, air permukaan kian terbatas, sementara kebutuhan air baku kian meningkat sejalan dengan melonjaknya aktivitas pariwisata di Kabupaten Badung. “Karena itu, SWRO menjadi alternatif. Untuk inilah kami melakukan studi banding ke sini karena PDAM Lombok Utara sudah melakukannya terlebih dahulu,” tegasnya.

Baca Juga  Karya Nyekah Kurung Kinembulan Desa Adat Taman, Bupati Giri Prasta Serahkan Bantuan 900 Juta

Secara lebih teknis, Dirtek Made Suarsa mempertanyakan proses pengolahan serta investasi dan pascaproduksi. “Kami ingin mendapat detail mengenai SWRO mulai cara pengolahan serta bagaimana peluangnya dari sisi ekonomi,” ungkapnya.

Direktur PDAM Amerta Dayan Gunung Lombok Utara Ramdhan Jayadi mengungkapkan, pengolahan air laut menjadi air baku dilakukan bekerja sama dengan PT Ticini dengan sistem Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Semua proses dilakukan oleh PT Ticini, kemudian hasil produksinya dijual ke PDAM Amerta Dayan Gunung untuk selanjutnya disalurkan kepada pelanggan khususnya di Giri Terawangan.

Air yang dibayar PDAM, katanya, air yang keluar di meter pelanggan. “Jika terjadi kebocoran sebelum meteran pelanggan, itu menjadi tanggung jawab pihak ketiga dalam hal ini PT Ticini,” ungkapnya.

Saat ini, ujarnya, PDAM membeli air hasil olahan PT Ticini senilai Rp 34.000 per meter kubik. Selanjutnya, PDAM menjual ke pelanggan dengan tiga kategori yakni kategori sosial, rumah tangga dan niaga. “Untuk sosial tetap dijual Rp 34.000 per kubik sesuai harga pembelian, sementara untuk rumah tangga dijual Rp 35.000 per kubik dan untuk niaga Rp 37.000 per kubik,” ujarnya.

Dia menambahkan, proyek kerja sama pengolahan air laut menjadi air baku dirintis sejak tahun 2018 dan mulai beroperasi sejak tahun 2022. “Pengolahan air laut ini menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan air minum terutama di Gili Terawangan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Dirtek Made Suarsa menyatakan, Perumdam Tirta Mangutama Badung tidak memungkinkan menggelar kerja sama dengan skema seperti yang ada di PDAM Lombok Utara. Hal ini karena yang akan dilayani dengan air hasil olahan SWRO tak hanya pelangggan baru tetapi juga pelanggan lama. “Skema yang memungkinkan adalah B to B atau bisnis to bisnis,” ungkapnya. (sar)

Baca Juga  Lakukan Prosedur Therapeutic Plasma Exchange, RS Unud Pakai Metode Filtrasi pada Pasien GBS