Made Badra
MANGUPURA (BALIVIRAL NEWS) –
Pemerintah Kabupaten Badung, melalui Dinas Pariwisata sebelumnya optimis akan mencapai target kunjungan wisatawa pada tahun 2019 sebesar 6,8 juta. Pencapaian target kunjungan ini lantaran dinas setempat rutin melakukan promosi pariwisata ke luar negeri. Namun kini kunjungan yang sebelumnya di pasang 6,8 juta itu kembali diturunkan menjadi 6 juta, karena anggaran promosi pariwisata di pangkas atau adanya rasionalisasi anggaran.
Kepala Dispar Badung, I Made Badra mengatakan secara umum kunjungan wisatawan di Badung ada peningkatan dari tahun sebelumnya. Hanya saja menurutnya kini ada tren penurunan kunjungan. Penurun itu disebut karena sekarang tidak hanya Bali yang menjual pariwisata di Indonesia. “Banyak kini di Indonesia yang juga menjual pariwisatanya. Sehingga secara langsung akan mempengaruhi kunjungan wisatawan di Bali kususnya di Badung,” katanya saat dikonfirmasi Kamis (8/8) kemarin.
Dengan adanya permasalahan tersebut, pihaknya di Dinas Pariwisata pun kembali menurunkan target kunjungan wisatawan yang datang ke Gumi Keris. Bahkan untuk tahun 2019 ini pemerintah Kabupaten Badung menargetkan kunjungan wisatawan menjadi 6 Juta, dengan target sebelumnya sebesar 6,8 Juta wisatawa.
“Sebelumnya kita targetkan 6,8 juta, kita turunkan sekarang menjadi 6 juta. Hal ini kita lakukan karena tidak melakukan kegiatan promosi, kegiatan festival di luar negeri dan yang lain. Jadi otomatis kita merevisi juga target kunjungan kita,” bebernya
Birokrat asal Kuta itu menjelaskan untuk di anggaran perubahan promosi pariwisata di Badung hanya dilakukan di London. Pasalnya sesuai jadwal di akhir tahun Badung melakukan promosi ke London. “Untuk anggaran kami belum pastikan, nanti akan kita ajukan. Yang jelas tahun ini di perubahan kita ke London saja,” ungkapnya.
Disinggung mengenai pergelaran Festival Indonesia di Moskow, Badra yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Perikanan itu memastikan akan batal. Hal itu pun sebut Badra karena masalah anggaran. “Festival Indonesia di moskow sekarang kita tidak ikut, karena masalah anggaran. Mungkin akan kita anggarkan tahun depan,” katanya.
Ditanya sejauh mana penting Festival Indonesia tersebut, lanjut Badra mengatakan sangat penting. Ia menuturkan dalam Festival Indonesia di Moskow, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang ada di Rusia mengundang Provinsi atau Kabupaten/Kota di Bali untuk ikut dalam festival tersbut. Dalam festival itu, lanjut Badra semua persiapan sudah disiapkan oleh KBRI. Sehingga perwakilan Bali bisa menunjukan seni dan Budaya serta destinasi yang ada di Badung.
“Disana (Moskow-red) untuk Indonesia atau Bali, KBRI sudah ada Gambelan dan prasarana yang lain. Kita hanya membawa seniman kesana, dan mengisi pameran disana,” katanya sembari mengatakan juga melakukan promosi melihatkan wisatawan di Bali.
Menurutnya anggaran yang di rasionalisasi untuk anggran Festival Indonesia di Moskow sebesar Rp 1,5 Miliar. Namun pihaknya mengaku akan kembali melakukan menganggarkan promosi dan festival Indoseia pada tahun 2020 mendang. Sehingga dunia pariwisata di Bali kususnya di Badung kembali meningkat. “Promosi itu juga sangat penting untuk peningkatan kunjungan. Karena kita juga kerja sama dengan negara yang mayoritas masyarakatnya datang ke Bali,” katanya.
“Namun kini kami fokus untuk menata destinasi wisata yang ada dulu. Kami lakukan penataan termasuk penatan Desa Wisata di Badung,” pungkasnya.
Edited by N. Suardani







































