Beranda Bali News Pulau Digital Bukanlah Mimpi, Kepala KPw BI Bali Trisno Nugroho Hadiri Pembukaan...

Pulau Digital Bukanlah Mimpi, Kepala KPw BI Bali Trisno Nugroho Hadiri Pembukaan Bali Start-up Summit 2021

Hosting Indonesia

sar

STARTUP – Kepala KPw Bali Trisno Nugroho dalam pembukaan Bali Startup Summit 2021, Kamis (2/12/2021) di bilangan Sanur.

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho, Kamis (2/12/2021) menghadiri pembukaan Bali Start-up Summit 2021 yang digelar STMIK Primakara di salah satu hotel di bilangan Sanur. Hal ini salah satunya untuk mendorong munculnya pelaku bisnis digital.

Acara tersebut dibuka Wagub Bali Cok. Ace dan dihadiri pula oleh Asisten Gubernur BI Filianingsih Hendarta, perwakilan bupati/walikota se-Bali, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Prof. I Nengah Dasi Astawa, Ketua STMIK Primakara yang juga penggagas Bali Startip Summit 2021 Made Artana, Kepala BTB Bali, pimpinan perguruan tinggi, Dirut BPD Bali Nyoman Sudharma serta ratusan start-up serta mahasiswa. “Digitalisasi sudah menjadi keharusan di tengah pandemi covid-19,” ujarnya.

Trisno Nugroho mengatakan, Bali menjadi pulau digital dan dipenuhi startup baru bukanlah mimpi, namun menjadi visi bersama. Ia pun mengatakan Bali bisa menjadi penggerak digitalisasi di luar Pulau Jawa. “Bagaimana pun Bali merupakan episentrum pariwisata di Indonesia, sehingga bisa dijadikan magnet bagi startup baru,” bebernya.

Ia meneruskan, pandemi covid-19 telah mengakselerasi transformasi digital di Bali dan Indonesia umumnya. Ia mengibaratkan kebiasaan yang mungkin akan terjadi 5 tahun atau 10 tahun ke depan sekarang sudah ada, terutama digitalisasi. “55% orang Indonesia sudah terpapar digital, dan 45% orang Indonesia sudah terbiasa belanja online. Jadi saya kira angka tersebut merupakan langkah bagus,” imbuhnya.

Selain itu, ia mengatakan posisi Indonesia untuk start up saat ini adalah di posisi 45 secara global serta posisi 10 se-Asia. “Perkembangannya di Indonesia sangat cepat, jadi saya yakin Indonesia bisa menjadi basis startup dan Bali terutama bisa menjadi salah satu pelopor,” tandasnya.

Baca Juga  Beri Pelayanan Terbaik Bagi Pelanggan, PLN Raih 2 Penghargaan Internasional

Trisno Nugroho berharap, dengan event ini, masyarakat Bali khususnya bersemangat untuk menjadi start-up. Ini harus dilakukan, tegasnya, karena covid-19 memberi pelajaran bagi Bali yang terlalu bertumpu pada sektor pariwisata. “Akibat pandemi covid-19, sektor pariwisata lumpuh dan akhirnya pertumbuhan ekonomi Bali terkontraksi 2,91 persen pada quarter III,” ujarnya.

Walau begitu, Trisno Nugroho juga menyampaikan bahwa pandemi covid-19 juga memberi dampak positif. Selain menyadari bahwa sektor-sektor lain di luar pariwisata juga memberi peluang sehingga harus diberikan perhatian, pandemi covid-19 juga mempercepat proses akselerasi dari kegiatan bisnis offline ke online. “Akselerasi ini berlangsung cukup cepat di Bali,” tegasnya.

Akibat pandemi, tegas pejabat asal Cilacap, Jawa Tengah ini, harus terjadi adaptasi gaya hidup. Dengan begitu, online merupakan jawabannya. Dia melihat, transaksi digital dan online khususnya di Bali sangat berpeluang dilaksanakan. Hal ini tak lepas dari upaya Pemprov Bali yang menyediakan wifi hampir di seluruh wilayah Bali. “Nyaris tak ada wilayah atau daerah yang blank spot,” tegasnya.

Karenanya, pemanfaatan fasilitas ini yang perlu dimaksimalkan. Potensinya cukup besar sehingga Bali berpeluang menjadi sorga bagi pelaku bisnis digital atau tumbuhnya wirausaha-wirausaha digital.

Perubahan gaya hidup juga menyangkut transaksi pembayaran. Transaksi pembayaran pun berubah dari tunai menjadi nontunai. Untuk ini BI menyediakan fasilitas QRIS. “Saat ini Bali menjadi provinsi tercepat dalam hal pemanfaatan QRIS. Jumlah merchant telah mencapai 377.000 dan pada akhir tahun kami optimis mendekati 400.000,” tegasnya sembari memberi apresiasi terhadap STMIK Primakara yang sudah mampu menggelar event Bali Start Up Summit 2021 ini. (sar/bvn)

Hosting Indonesia