sar
BAWANG PUTIH – Ketua TP PKK Bali Ny. Putri Suastini Koster saat panen bawang putih di Desa Babahan Penebel, Tabanan, Minggu (13/9/2020).
TABANAN (BALIVIRAL NEWS) –
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster didampingi Ketua TP PKK Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, Minggu (13/9/2020) melakukan panen bawang putih di Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Selain itu, hadir juga OPD terkait, camat, kades serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tabanan.
Begitu tiba di Desa Babahan, Putri Koster dengan mengenakan capil (topi petani-red) bersama undangan lainnya langsung menuju areal panen bawang putih. Putri Koster langsung mencabut satu demi satu bawang putih lokal yang menjadi produk unggulan di Desa Babahan Penebel.

Ny. Putri Koster serahkan bantuan sembako.
Pada kesempatan itu, Putri Koster mendapat laporan bahwa bawang putih Babahan merupakan produk pertanian unggulan. Banyak warga yang menamatkan pendidikan putra-putrinya hingga jenjang sarjana dari bawang putih ini. “Selain dijual dalam bentuk bawang putih, produk pertanian ini juga sudah diolah menjadi makanan kesehatan berupa black garlic,” ujar Kades Babahan Made Suka Pariana.
Setiap are lahan (100 meter per segi-red) bisa menghasilkan hingga 120 kg bawang putih. Jika dirupiahkan, kata Kades Pariana, tiap are menghasilkan Rp2,5 juta sekali panen setiap tiga bulan atau 105 hari. “Artinya per are menghasilkan sekitar Rp 800.000 per bulan,” katanya sembari menambahkan, budi daya bawang putih ini sangat prospektif dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Walau begitu, Kades juga melaporkan, kendala yang dialami petani saat ini. Selain belum ada kepastian harga, pasar juga belum pasti. “Ketika musim panen, terkadang tidak laku,” katanya.
Mendapat laporan seperti itu, Ketua TP PKK Ny. Putri Suastini Koster yang akrab dipanggil Bunda Putri ini menegaskan, sektor pertanian memang perlu sentuhan baik dari hulu hingga ke hilir. Pada saat menanam, ujar seniman multitalenta ini, pemerintah perlu memberikan pendampingan mulai pembibitan.
Dengan bibit yang baik, katanya, hasilnya tentu juga baik dan maksimal. Untuk pembibitan, katanya, permodalan bisa diperoleh dari bank milik krama Bali yakni BPD Bali. Hal ini karena saham BPD milik pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota di Bali. “BPD tentu saja siap memberikan permodalan untuk pembibitan,” katanya.
Di tengah saat budi daya, ungkapnya, petani perlu memperoleh pendampingan terkait pemupukan dan pembasmian hama. Dengan demikian, produk pertanian yang dihasilkan bisa lebih berkualitas dan bisa bersaing dengan produk sejenis.
Khusus untuk pemasaran, Putri Koster pun memberikan trik atau upaya agar memanfaatkan lembaga yang ada di desa. “Jika dulu ada KUD, sekarang yang bisa dimanfaatkan yakni BUMDes,” ujarnya.
BUMDes, tegasnya, bisa menetapkan harga beli dan harga jual sehingga tidak ada persaingan harga serta mencegah petani jatuh ke sistem ijon. Selanjutnya, BUMDes bisa menjual produk pertanian ini kepada pihak lainnya. “Dengan demikian harga yang didapat petani akan tetap stabil walau pada saat musim panen raya,” tegas Putri Koster.
Selain itu, Putri Koster juga memberikan jalan pemasaran kepada petani di Desa Babahan. Petani diminta untuk membawa hasil produksinya pada Pasar Gotong Royong yang digelar Pemprov Bali setiap Jumat. “Silakan bawa ke Pasar Gorong Royong setiap Jumat,” ujarnya.
Saat ramah tamah, acara juga diisi dengan penyerahan bantuan sembako serta masker oleh Putri Koster kepada warga di Desa Babahan. Bantuan tersebut berasal dari Pemprov Bali dan bantuan sejumlah BUMN di Bali.
Editor N. Sarmawa









































