Beranda Berita Utama Sambut Galungan, Banjar Kertasari Peguyangan Gelar Pasar Murah Bersubsidi

Sambut Galungan, Banjar Kertasari Peguyangan Gelar Pasar Murah Bersubsidi

ist

MURAH BERSUBSIDI – Baliho pasar murah bersubsidi yang akan digelar Banjar Kertasari Peguyangan, 6 dan 7 November mendatang.

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Langkah inovatif untuk mengurangi beban masyarakat di tengah pandemi covid-19 tak henti-hentinya dilakukan prajuru Banjar Kertasari, Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara. Dalam rangka menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan pada 10 dan 20 November 2021 mendatang, Banjar Kertasari akan menggelar pasar murah bersubsidi.

Hal tersebut diungkapkan Kelian Banjar Kertasari Peguyangan Gusti Ngurah Sardula kepada Baliviralnews.com, Minggu (31/10).  “Semua barang belanjaan akan disubsidi langsung sebesar 10 persen,” ujar Sardula.

Voucher belanja

Ditanya latar belakang acara ini, pensiunan PNS di Pemkot Denpasar ini menyatakan, situasi ekonomi masyarakat hingga kini masih tidak menentu akibat pandemi covid-19. Sendi-sendi ekonomi masyarakat banyak yang rapuh, tak terkecuali warga Banjar Kertasari.

Atas kondisi ini, tegasnya, prajuru merasa terpanggil untuk sebisanya meringankan beban masyarakat terutama yang akan merayakan Galungan dan Kuningan. “Ini bentuk kehadiran banjar di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya lagi.

Secara teknis, ujarnya, pihaknya akan membantu pelaku UMKM di wilayah Banjar Kertasari untuk meningkatkan omzet penjualannya, seperti dagang canang, janur, dupa, sampian, penjor dan bahan penjor, bumbu, kue banten, buah, sayur serta pedagang daging. Selanjutnya warga yang berbelanja di UMKM, bisa mendapat harga lebih rendah serta langsung memperoleh subsidi 10 persen.

Pasar murah bersubsidi ini, katanya, akan digelar pada 6 dan 7 November mendatang mengambil tempat di Banjar Kertasari. Untuk menghindari kerumunan, warga yang datang berbelanja, langsung menunggu giliran. Total kuintasi belanja disetor ke panitia untuk memperoleh subsidi tunai sebesar 10 persen dari total belanja.

Selain dari kas banjar, sumber dana diharapkan datang dari para donatur yang peduli dengan kondisi warga. Dari Rp16 juta biaya yang dibutuhkan, Rp10 juta yang akan digunakan untuk subsidi tunai diharapkan datang dari donatur dan Rp 6 juta untuk pembuatan baliho dan selebaran, pembuatan tempat pasar murah serta konsumsi dipastikan menggunakan kas banjar. (sar/bvn)

Baca Juga  Sekda Kota Denpasar Dukung Sosialisasi Kendaraan Listrik