ist
Putu Parwata bersantap menu sate di Sangeh, Abiansemal.
MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –
Ketua DPRD Badung Dr. Drs. Putu Parwata MK, M.M. sangat prihatin dengan kondisi ekonomi masyarakat bumi keris. Selama ini, ekonomi Badung sangat kencang dengan pemicu sektor pariwisata. Sektor pariwisata mampu menjadi pemantik bagi sektor-sektor lainnya termasuk pertanian dan usaha mikro kecil dan menengah.
Saat ini, saat pandemi melanda, pariwisata sangatlah lesu dan stagnan. Perputaran ekonomi masyarakat pun bergerak sangat lambat. Semua sektor jadi tak berdaya dengan stagnannya sektor pariwisata.

Putu Parwata
Sebagai doktor ekonomi, Putu Parwata tak mau ekonomi masyarakat terhenti. Karenanya, dia melakukan langkah kongkret dengan memberikan stimulus kepada sejumlah pelaku UMKM (pelaku ekonomi kerakyatan) sehingga usahanya terus berdenyut. Hampir semua wilayah sudah diperhatikannya.
Terakhir, politisi PDI Perjuangan asal Dalung Kuta Utara tersebut, mampir dan bersantap di salah satu warung sate di Sangeh, Kecamatan Abiansemal Badung. Selain bersantap, Parwata pun memberikan edukasi bagaimana mengelola usaha dalam hal ini bisnis kuliner sehingga tetap maju dan berkembang.
Selain harus enak dan khas, kebersihan atau higienitas harus dijaga. “Dengan begitu, produk kuliner yang dijual dipastikan akan laku,” tegas Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung tersebut.
Sebagai pelaku UMKM, Parwata pun paham, modal merupakan salah satu kendala. Karena itu, tak segan, Parwata merogoh sakunya untuk membantu permodalan pelaku UMKM di sektor kuliner tersebut.
Beberapa hari sebelumnya, Parwata juga menggelontor bantuan sebagai stimulus bagi UMKM di Petang, Badung. Bersama anggota DPRD Bali Nyoman Laka, Parwata menggelontor bantuan untuk 10 UMKM di Desa Pelaga. Dari 10 pelaku UMKM tersebut ada yang pedagang buah, ada pemilik warung sembako, pemilik warung jejahitan, pedagang tipat cantok, pedagang canang.
Selain edukasi, ada langkah kongkret dan nyata yang dilakukan Putu Parwata untuk meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya di saat covid-19 menghadang.
Editor N. Sarmawa









































