Beranda Denpasar News Siap Tindak Lanjuti Usulan dan Kritik Mahasiswa, Walikota Jaya Negara dan Wawali...

Siap Tindak Lanjuti Usulan dan Kritik Mahasiswa, Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa Kompak Terima Aspirasi BEM Se-Kota Denpasar

bvn/hmden

ASPIRASI BEM – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa menerima aspirasi BEM Perguruan Tinggi se-Kota Denpasar dalam acara bertajuk Dengar Mahasiswa di Graha Sewakadarma Kota Denpasar, Jumat (24/4).

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima aspirasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi se-Kota Denpasar dalam acara bertajuk Dengar Mahasiswa di Graha Sewakadarma Kota Denpasar, Jumat (24/4). Sesuai dengan judulnya, kegiatan ini bertujuan untuk mendengarkan keluhan, masukan, saran hingga kritik tajam mahasiswa terhadap Pemerintah Kota Denpasar.

Berdasarkan data undangan, 22 BEM Perguruan Tinggi turut diundang. Seluruh peserta diberikan kesempatan luas untuk menyampaikan pendapat, kritik hingga saran untuk kemajuan Kota Denpasar. Tampak hadir Kelompok Ahli Pembangunan Kota Denpasar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Adhi Merta, Kadis DLHK Kota Denpasar Ida Bagus Putra Wirabawa, OPD terkait, Ketua Forum Perbekel/Lurah I Gede Wijaya Saputra serta Komunitas Eling Ring Pertiwi.

Berbagai isu terkini turut menjadi bahan diskusi hangat dan mendalam yakni penanganan sampah, tata ruang perkotaan, banjir, kekerasan seksual hingga transparansi program pemerintah. Tak jarang, silih berganti mahasiswa menyampaikan kritik dan saran untuk berdiskusi langsung dengan Walikota dan Wakil Walikota Denpasar. Dalam kesempatan tersebut, BEM Universitas Udayana turut menyerahkan hasil penelitian sekaligus rekomendasi kepada Pemerintah Kota Denpasar.

Presiden BEM Universitas Mahasaraswati Gede Erawan Kusuma Putra Widana dalam kesempatan tersebut menegaskan, persoalan sampah di lingkungan perkotaan memang menjadi isu yang mendesak. Namun, ia menilai bahwa perhatian tidak boleh hanya terfokus pada sampah semata, melainkan juga harus mencakup pembenahan tata kelola ruang yang hingga kini masih memerlukan perbaikan secara menyeluruh.

Baca Juga  Universitas Udayana Terima Kunjungan Kerja UPN Veteran Yogyakarta

“Bukan hanya sampah, banyak isu perkotaan yang menjadi atensi, termasuk banjir, pelecehan seksual hingga tata ruang yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Ia juga menyoroti, selain isu lingkungan, masih terdapat berbagai persoalan lain yang tak kalah penting untuk segera ditangani, seperti keterbukaan informasi publik. “Transparansi menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola yang baik, sehingga berbagai kebijakan yang diambil dapat diawasi dan dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Presiden BEM Universitas Udayana I Gusti Agung Ngurah Oka Paramahamsa (Gung Pram) menyoroti terkait penanganan sampah yang menjadi publik isu saat ini. Pihaknya mendorong reformasi kebijakan pengelolaan sampah di lingkungan perkotaan melalui pendekatan sistemik dan transparan. Ia menekankan pentingnya sistem informasi yang terbuka agar seluruh masyarakat dapat memantau alur pengolahan sampah secara real time.

Selain itu, pihaknya juga menginisiasi transformasi tempat pembuangan sampah sementara (TPS) menjadi TPS3R (Reduce, Reuse, Recycle) dengan menggandeng komunitas pecinta lingkungan guna memperkuat partisipasi publik dan edukasi berkelanjutan. Menurut Gung Pram, upaya ini juga akan diperkuat dengan pengembangan kanal pelaporan dan pengaduan yang responsif, serta pelaksanaan audit terbuka terkait penanganan dan inovasi persampahan di kampus.

“Kami ingin memastikan setiap kebijakan tidak hanya berjalan, tetapi juga dapat diawasi bersama secara transparan oleh mahasiswa,” ujarnya.

Gung Pram menambahkan, BEM Unud akan mendorong pembentukan sentra pengolahan sampah di kampus yang digawangi langsung oleh mahasiswa sebagai pusat inovasi dan praktik nyata pengelolaan lingkungan. “Ini bukan sekadar program, tetapi gerakan kolektif untuk menciptakan kampus yang berkelanjutan,” tegasnya.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi atas partisipasi BEM se-Kota Denpasar dalam acara Dengar Mahasiswa ini. Forum ini merupakan momentum untuk berdiskusi serta menyampaikan kritik dan saran untuk pembangunan Kota Denpasar yang berkelanjutan.

Baca Juga  Kendalikan Inflasi, Sekda Alit Wiradana Tinjau Bazar Pangan di Desa Sidakarya

“Kami sangat terbuka, dan membuka ruang yang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk menyampaikan kajian, kritik serta saran untuk kemajuan Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Terkait sampah, Jaya Negara menjelaskan, saat ini Pemkot Denpasar terus berjibaku dalam penanganan di hulu. Hal ini dilaksanakan dengan pemilahan sampah, pengolahan berbasis sumber melalui teba modern dan tong komposter, hingga optimalisasi TPS3R. Sementara di tengah, Pemkot Denpasar juga terus mengoptimalisasi operasional TPST di tiga lokasi. Sedangkan di hilir, pengiriman sampah residu diarahkan menuju TPA Suwung dan cacahan kompos dikirim ke Kawasan Pusat Kebudayaan Bali.

“Untuk sampah saat ini kita masih berjibaku, dan peran masyarakat juga sangat penting untuk pemilahan dan pengolahan berbasis sumber, sembari menunggu operasional PSEL di tahun 2027 mendatang,” ujarnya.

Jaya Negara juga sepakat dan siap menindaklanjuti usulan, saran dan kritik mahasiswa di dalam program kerja pemerintah. Hal ini terkait pengawasan tata ruang, penanganan dan antisipasi pelecehan seksual hingga banjir dan keterbukaan informasi publik.

“Saran san masukan mahasiswa sangat kami perlukan sehingga sinergi dan kolaborasi ini dapat menajamkan program pembangunan di Kota Denpasar yang tentunya memberikan kemanfaatan secara berkelanjutan,” ujar Jaya Negara. (wes/hmden)