Beranda Badung News Tekan Kehilangan Air, Ini Langkah yang Dilakukan Perumda Air Minum Tirta Mangutama...

Tekan Kehilangan Air, Ini Langkah yang Dilakukan Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung

ist

KOORDINASI – Dirut Wayan Suyasa saat berkoordinasi soal tugas-tugas dengan Dirtek Made Suwarsa dan Dirum Made Sugita, Selasa (25/5).

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Sejumlah langkah dilakukan Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung untuk menekan lost atau kehilangan air. Salah satunya memperketat pengawasan terhadap adanya pencurian air yang dilakukan oleh oknum pelanggan maupun pihak lain.

Hal itu diungkapkan Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung Wayan Suyasa didampingi Dirtek Made Suwarsa dan Dirum Made Sugita saat ditemui di kantornya di bilangan Jalan Bedahulu Denpasar, Selasa (25/5). “Kami berupaya menekan kehilangan air ini. Salah satunya dengan memperketat pengawasan,” tegasnya.

Menurut Suyasa, pada bulan ini sedikitnya ada 4 kasus pencurian air yang ditemukan. Motifnya, pipa di bawah water meter disambungkan sehingga air tidak melalui water meter. “Karena itu, pelanggan tetap mendapatkan air tetapi water meternya tetap nol,” ujarnya.

Motif lainnya, katanya, ada sejumlah pelanggan yang memang memiliki sambungan secara resmi tetapi tidak tercatat di PDAM. Pelanggan itu tetap bayar, namun uangnya tak pernah sampai ke PDAM. “Ini jelas ada oknum yang bermain,” katanya.

Hal ini ketahuan, kata Suyasa, karena suatu ketika pelanggan ini membayar tagihan airnya langsung ke PDAM. Akan tetapi, tagihannya tak tercatat atau tidak ada. Karena itu, pihak melakukan penelusuran sehingga kasus-kasus seperti ini akhirnya ketahuan.

Untuk kasus seperti ini, pihaknya mengambil sikap tegas memberikan sanksi administrasi berupa denda. Caranya, menurut Suyasa, tidaklah sulit. Cukup dengan melihat penggunaan air dalam tiga bulan terakhir. “Ini harus dibayar ditambah tentu saja dengan dendanya,” katanya.

Kasus-kasus seperti ini hanya ditemukan di kalangan pelanggan rumah tangga. “Dari kalangan industri, kami belum menemukan kasus pencurian air seperti ini,” ungkapnya sembari menambahkan, jika kalangan industri melakukan ini, pihaknya memastikan akan langsung membawa kasusnya ke ranah pidana dan dilaporkan kepada pihak berwajib.

Baca Juga  Musrenbang RPJMD Semesta Berencana Badung 2025-2029, Bupati: Visi-Misi dan Program Strategis Pastikan Terakomodir Dalam RPJMD

Walau sudah melakukan pengawasan dan penertiban terhadap pelanggan nakal, katanya, dominan kebocoran ada pada jaringan pipa yang sudah kedaluwarsa. “Dominan karena jaringan dan pipa induk harus sudah diremajakan jika ingin menekan kebocoran seminimal mungkin,” katanya.

Guna menekan kebocoran akibat jaringan, Suyasa pun menyiasatinya dengan memproduksi air di lokasi terdekat. Misalnya untuk kebutuhan air di Kuta Selatan, sebisa mungkin air bakunya dari estuary dam atau TB 4. “Kalau diproduksi di Belusung, kemungkinan bocornya sangat besar karena harus melewati jaringan pipa induk yang sangat panjang,” ungakpnya.

Dengan sejumlah upaya ini, kata Suyasa, angka kebocoran air sudah mulai bisa ditekan. “Jika sebelumnya ada di angka 41 persen, pada bulan ini (Mei, red), angka kebocoran ada di angka 39 persen,” ujarnya.

Editor N. Sarmawa