Beranda Badung News Terima MPUK Badung, Ketua DPRD Putu Parwata Ingin Gemakan Bali sebagai Pulau...

Terima MPUK Badung, Ketua DPRD Putu Parwata Ingin Gemakan Bali sebagai Pulau Pluralisme dan Toleransi

ist

MPUK BADUNG – Ketua DPRD Badung Putu Parwata menerima MPUK Badung, Rabu (3/11/2021).

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Ketua DPRD Badung Dr. Drs. Putu Parwata MK, M.M., Rabu (3/11/2021) menerima audiensi Musyawarah Pelayanan Umat Kristen (MPUK) Badung. Selain untuk silaturahmi, MPUK melaporkan rencana menggelar Natal terpadu yang melibatkan TNI, Polri serta pemerintah.

Ketua MPUK Badung Jonathan S didampingi Ketua Panitia Pdt. Guntur Bakhti dan Wakil Ketua  Pdt. Ferdinand Ludji melaporkan, acara direncanakan pada 10 Desember. Selain untuk pencerahan umat, Natal terpadu bertujuan untuk doa bersama agar pandemi covid-19 segera sirna dan ekonomi Badung, Bali serta nasional kembali pulih.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Badung Putu Parwata menyambut baik serta mengacungkan jempol atas ide penyelenggaraaan Natal terpadu ini. “Ini merupakan inovasi baru serta gairah positif untuk menggelar gerakan bersama,” tegas politisi PDI Perjuangan asal Dalung, Kuta Utara tersebut.

Menurutnya, gerakan baru dalam kebersamaan sangat luar biasa. Sebab selama ini banyak gerakan baru tetapi  bersifat individu. “Ini tentu kurang bagus,” tegasnya.

Walau begitu, Parwata memberikan sejumlah catatan dari rencana menggelar Natal terpadu ini. Pertama, ingin tonjolkan Bali sebagai pulau pluralisme dan toleransi. “Semua agama yang ada di Bali bisa hidup berdampingin dengan rasa toleransi yang tinggi. Selain memang saling menghormati, pemerintah pun memberikan perlakuan proporsional sehingga ada asas keadilan bagi agama,” tegas Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung tersebut.

Pemerintah Kabupaten Badung pun, katanya, memberikan ruang yang sama sehingga antaragama yang ada tak pernah ada konflik. Ini sangat sesuai karena Badung mengandalkan pendapatan dari sektor pariwisata. Ketika ada isu-isu tak bagus di Bali, khususnya di Badung, tentu saja wisatawan baik domestik maupun mancanegara akan berpikir untuk datang ke Badung.

Baca Juga  KPH Bali Timur Klarifikasi Pemberitaan Viral Tentang Hutan Suter

Bali, ujarnya, bukan pulau agamis. Hal ini tak lepas dari peran Forum Kerukunan Umat Beragama yang mampu menjalankan fungsinya dengan baik khususnya di Kabupaten Badung.

Lewat acara ini, Parwata berharap dapat menunjukkan Bali sebagai induk pluralisme sehingga di Bali tak ada SARA. Untuk tujuan ini, dia berharap acara ini bisa membangun kebersamaan dan mampu kepakkan sayap kebhinekaan.

Untuk itulah, dia berharap, acara ini bisa mengundang tokoh-tokoh nasional mulai presiden, menteri-menteri, gubernur, bupati serta walikota se-Bali serta tokoh-tokoh lintas atau antaragama. “Dengan begitu, Bali sebagai pulau pluralisme dan toleransi akan bergema secara nasional dan internasional sehingga wisatawan pun takkan berpikir dua kali untuk datang ke Bali,” tegas Parwata yang juga pengusaha pendidikan, kesehatan dan sektor lainnya. (sar/bvn)