ist
LPD BLAHKIUH – Pengurus dan Pengawas LPD Desa Adat Blahkiuh (Dari kiri : I Ketut Dira selaku Kepala LPD, I Gusti Agung Ketut Sudaratmaja selaku Bendesa Adat, I Gusti Ngurah Saskara selaku Badan Pengawas, I Wayan Sugiarta selaku Badan Pengawas ), Nyoman Sukertha, Made Mayura.
MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –
Bertempat di Wantilan Pura Dalem Desa Blahkiuh, LPD Desa Adat Blahkiuh melaksanakan Rapat Tahunan Pertanggung Jawaban Tahun Buku 2020 yang dihadiri oleh Bendesa Adat, Pengurus, Badan Pengawas, perwakilan masyarakat dari unsur adat dan dinas se-Desa Adat Blahkiuh dengan tetap melaksanakan protocol kesehatan dalam masa pandemi covid 19.
Ditemui saat RAT I Ketut Dira selaku Kepala LPD Desa Adat Blahkiuh menjelaskan, dalam situasi sulit LPD Desa Adat Blahkiuh masih eksis dan mampu bergerak secara stabil di sektor lembaga keuangan, masyarakat Desa Adat Blahkiuh yang menghadiri RAT mengapresiasi kinerja LPD Desa Adat Blahkiuh karena mampu meraih laba Rp 1,2 M dengan modal murni Rp 8 M dan perkembangan aset mencapai Rp81 M. Selain itu LPD Desa Adat Blahkiuh satu-satunya LPD yang pertama melakukan RAT. Dari modal yang dikelola LPD Desa Adat Blahkiuh akan melakukan rencana pembangunan gedung baru dengan menyisihkan 50% dari modal yang dimiliki LPD Desa Adat Blahkiuh.
“Momentum ini sangat bagus, semangat harus dibangun dan banyak spirit dari masyarakat agar LPD Desa Adat Blahkiuh ke depannya kita bisa lebih berinovasi dan memiliki wajah baru untuk rencana pembangunan gedung,” jelas I Gusti Agung Ketut Sudaratmaja, MS, selaku Bendesa Adat Desa Blahkiuh.
Di sisi lain IGN Shaskara yang juga sebagai anggota Badan Pengawas mengapresiasi kinerja pengurus. Pada situasi perekonomian yang terpuruk, LPD Blahkiuh mampu mencapai laba Rp 1,2 M. IGN Shaskara mengapresiasi juga terhadap langkah LPD dalam memberikan relaksasi terhadap peminjam dengan hanya membayar bunga tanpa terhitung denda administrasi pada situasi pandemi covid ini. Kepercayaan masyarakat meningkat terindikasi dari bertambahnya penempatan dana berupa deposito dan tabungan. Terhadap hal ini Badan Pengawas menyarankan untuk menjaga keseimbangan keuangan dengan penyaluran kredit dengan prinsip kehati-hatian. Badan Pengawas juga menyarankan untuk tetap berorientasi dan membina pada segmen pasar yang masih prospek yaitu kebanyakan masyarakat menengah ke bawah yang bergelut di bidang pertanian peternakan.
Selain akan merancang pembangunan gedung, LPD Desa Adat Blahkiuh juga sudah melakukan inovasi digital dengan membuat sistem mobile banking untuk program menabung, kredit dan lainnya. Dengan adanya mobile banking pengurus, pengawas LPD dengan anggota penabung lebih transparan dan dimudahkan untuk transaksi online.
Editor N. Sarmawa





































