Beranda Badung News Tingkatkan Pelayanan, Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung Fokus Tekan Kebocoran Air

Tingkatkan Pelayanan, Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung Fokus Tekan Kebocoran Air

ist

TEKAN KEBOCORAN – Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung Wayan Suyasa (kanan) didampingi Dirtek Made Suarsa dan Dirum Made Sugita. Saat ini, Perumda fokus tekanan kebocoran air.

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung saat fokus menekan angka kebocoran air. Jika sebelumnya, angka kebocoran di atas 50 persen, saat ini baru mampu ditekan di angka 40 persen.

Hal tersebut diungkapkan Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung Wayan Suyasa didampingi Dirtek Made Suarsa dan Dirum Made Sugita saat ditemui di ruang kerjanya bilangan Jalan Bedahulu Denpasar, Senin (8/3). “Ya kami baru mampu menurunkan angka kebocoran di angka 40 persen dan ini akan terus kami upayakan sehingga angka kebocoran bisa seminimal mungkin,” tegasnya.

Angka kebocoran air tak semata-mata disebabkan kebocoran pipa atau jaringan. Ada juga kebocoran disebabkan salah baca meter, pencurian air serta kasus-kasus lainnya.

Dia mencontohkan, di wilayah Badung Kota, pemakaian air di sekitar 2.000 pelanggan tercatat nol (0). Dari segi logika, tegasnya, ini jelas tidak masuk akal. “Kenapa ini terjadi? Apakah betul mereka memang tidak menggunakan air atau ada kesengajaan dari pihak-pihak tertentu. Ini akan kami telusuri,” tegasnya.

Terkait kemungkinan pencurian, tegasnya, ada sejumlah kasus penyambungan air tidak melalui kilometer. Air diambil dari pipa induk sehingga pemakaian tidak tercatat. “Ini jelas kami telusuri. Jika memang ada unsur pidana, ada kemungkinan akan ditindaklanjuti dengan proses hukum,” tegasnya.

Dengan berbagai upaya yang tengah dilakukan, Suyasa berharap, angka kebocoran air di Perumda Air Minum Tirta Mangutama bisa ditekan seminimal mungkin. “Kami berharap angka kebocoran bisa ditekan seminimal mungkin,” tegas mantan Dirtek tersebut.

Baca Juga  Komisi III DPRD Badung Evaluasi Serapan Anggaran 2025, Siapkan Sinkronisasi APBD 2026

Program lain yang segera dilakukan, ujarnya, memaksimalkan penggunaan air PDAM untuk unit-unit usaha yang ada di wilayah Badung. Saat ini, tegasnya, banyak hotel maupun restoran berskala besar menggunakan air bawah tanah (ABT).

Tren ini, ujarnya, disebabkan tarif ABT jauh lebih rendah dibanding tarif air minum PDAM. Karena itu, dia berharap pemerintah minimal menyamakan tarif ABT dengan tarif air minum PDAM. “Dengan begitu, kami yakin pelaku usaha akan memanfaatkan jasa PDAM,” tegasnya.

Secara umum, ujar Suyasa, pihaknya berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat baik secara kualitas maupun kuantitas. Hal ini disadari karena air merupakan kebutuhan primer kedua setelah udara. “Dengan adanya bendungan Sidan, kami akan memperoleh tambahan pasokan air baku hingga 500 liter per detik. Dengan tambahan ini, otomatis PDAM mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat di Kabupaten Badung,” ujarnya.

#humasbadung

Editor N. Sarmawa