ist
I Dewa Gede Rai
DENPASAR (BALIVIRAL NEWS) –
Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar masih menemukan adanya kasus positif dan kasus sembuh covid-19. Pada Rabu (18/11) diketahui kasus sembuh mengalami penambahan 27 orang dan kasus positif covid-19 bertambah 24 orang yang tersebar di 17 wilayah desa/kelurahan.
Berdasarkan data GTPP Covid-19 Kota Denpasar, persebaran kasus positif tercatat mengalami lonjakan di dua wilayah desa/kelurahan. Kelurahan Sesetan yang mencatatkan penambahan kasus tertinggi dengan 4 kasus baru. Disusul Desa Sidakarya yang mencatatkan penambahan kasus 3 orang. Selain itu, Kelurahan Penatih dan Desa Sanur Kaja turut mencatatkan penambahan 2 kasus. Sedangkan 13 desa/kelurahan lainya mencatatkan penambahan kasus masing-masing 1 orang dan 26 desa/kelurahan nihil penambahan kasus.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat menyampaikan perkembangan kasus covid-19 Kota Denpasar di ruang Press Room Kantor Walikota Denpasar pada Rabu (18/11) menjelaskan, kasus covid-19 di Kota Denpasar masih terus mengalami pergerakan sehingga GTPP tetap memberikan perhatian serius bagi wilayah yang kasusnya yang cukup tinggi.
Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan, beragam upaya akan terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona risiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian. Bagi desa/kelurahan yang mengalami lonjakan kasus akan mendapat perhatian serius GTPP Covid-19 Kota Denpasar. Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil callling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan wilayah secara terpadu.
Dengan demikian, secara kumulatif perkembangan kasus covid-19 di Kota Denpasar menunjukkan angka sebagai berikut, kasus positif tercatat 3.568 kasus, jumlah pasien sembuh di Kota Denpasar mencapai 3.321 orang (93,08 persen), meninggal dunia 82 orang (2,30 persen), dan yang masih dalam perawatan 165 orang (4,62 persen).
Editor Wes Arimbawa









































