Beranda Bali News Vaksinasi Selektif, Persediaan VAR di Bali Dipastikan Aman

Vaksinasi Selektif, Persediaan VAR di Bali Dipastikan Aman

Hosting Indonesia

bvn/sar

JUMPA MEDIA – Kadis Kesehatan Bali I Nyoman Gede Anom (tengah) didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Wayan Widia dan Kepala UPT Wayan Desi Ariani saat jumpa media, Jumat (24/11/2023).

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Kekhawatiran terhadap langkanya vaksin antirabies (VAR) maupun serum antirabies (SAR) dijawab Kadis Kesehatan Bali I Nyoman Gede Anom, Jumat (24/11/2023). Saat jumpa media yang didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Wayan Widia dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang membawahi gudang vaksin Ni Wayan Desi Ariani di Kantor Diskes Bali bilangan Kreneng Denpasar, Kadiskes Nyoman Gede Anom mengungkapkan persediaan VAR maupun SAR dipastikan aman.

Dia menyatakan, terjadinya kelangkaan VAR pada awal November sampai 20 November 2023 disebabkan adanya peningkatan kasus gigitan dan adanya pemberitaan kasus rabies di media sosial yang menimbulkan kepanikan masyarakat. “Selain itu juga akibat terjadinya kelambatan distribusi VAR dari produsen di luar negeri masuk ke Indonesia yang mengakibatkan proses pengadaan VAR baik di pusat maupun di daerah mengalami hambatan,” ujarnya.

Saat ini, Bali sudah menerima bantuan VAR dari Kemenkes 31.000 vial dari alokasi 103.800 vial. VAR ini langsung didistribusi ke kabupaten/kota di Bali dan masing-masing memperoleh 2.000 vial. “Untuk SAR yang diperuntukkan korban gigitan yang berisiko tinggi seperti gigitan di kepala, muka dan leher, jumlahnya juga dinilai cukup. Bali sudah mengadakan SAR 200 vial dan bantuan dari Kemeskes 615 vial,” tegasnya.

Kadiskes menambahkan, saat ini vaksinasi antirabies dilakukan selektif. Tidak semua korban gigitan hewan akan divaksin. Hal ini karena hampir 80 persen hewan penular rabies sudah divaksin. “Tetapi kalau digigit hewan liar seperti anjing yang tidak ada pemiliknya, korban gigitan dipastikan langsung divaksin,” katanya.

Baca Juga  Warga Panik, Gudang Rongsokan di Renon Terbakar Hebat

Tim Tata Laksana Gigitan (Taklakgit) akan mendiagnose apakah korban gigitan perlu divaksin atau tidak. Untuk itu, masyarakat diminta tenang, tidak panik jika menjadi korban gigitan HPR. Cukup melapor ke puskesmas, berikutnya Tim Taklakgit yang menindaklanjuti.

Kadiskes Nyoman Gede Anom merinci, hingga 23 November 2023, kasus gigitan HPR yang dilaporkan tercatat 62.672 kasus, dengan pemberian VAR 1 tercatat 45.504 kasus, VAR 2 tercatat 24.397 kasus, dan VAR 3 tercatat 10.584. “Kasus rabies yang dilaporkan sampai 23 November 2023 hanya 6 kasus,” katanya. (sar)

m .

Hosting Indonesia