ist
NYEKAH MASAL – Wabup Suiasa disaat menghadiri Karya Nyekah Masal, Mepetik dan Metelubulanan Krama Banjar Aseman, Desa Abinsemal, Senin (5/4).
MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –
Krama Banjar Aseman, Desa Abiansemal melaksanakan Karya Nyekah Masal, Mepetik dan Metelubulanan yang puncaknya dilaksanakan pada hari Senin (5/4) bertempat di Wantilan Banjar Aseman. Rangkaian upacara nyekah/atma wedana ini dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Camat Abiansemal IB Putu Mas Arimbawa beserta Tripika Kecamatan, Perbekel Abiansemal Ida Bagus Bisma Wiratma, Bendesa Adat Abiansemal I Wayan Sukarma dan Majelis Desa Adat Kecamatan Abiansemal.
Wabup Suiasa menyampaikan rasa bahagia dapat hadir dan ikut mendoakan jalannya puncak Karya Atma Wedana yang dilaksanakan Krama Banjar Aseman. Menurutnya, yadnya ini sudah berjalan baik serta sudah sesuai dresta dan sastra agama. Disampaikan pula, selain dresta dan sastra, pelaksanaan yadnya harus didasari rasa tulus ikhlas dan rasa menyama braya. “Dalam melaksanakan yadnya yang utama adalah rasa kebersamaan dan saling sagilik, saguluk, salunglung, sabayantaka,” jelasnya seraya mengharapkan pemilik sawa agar benar-benar tulus membayar utang kepada leluhur melalui yadnya ini, sehingga sang sawa menjadi Dewa Pitara.
Sementara itu Kelian Adat Br. Aseman I Wayan Rika Artana selaku ketua panitia melaporkan, dudonan karya nyekah masal telah dimulai sejak 24 Maret dengan nanceb wewengunan, selanjutnya 4 April ngangget don bingin dan 5 April puncak karya yang diawali dengan murwa daksina, ngening, metelubulanan dan mepetik. Selanjutnya pada tanggal 6 April nganyut ke Segara Goa Lawah.
Ditambahkan, Karya Atma Wedana ini merupakan yang keempat kalinya dilaksanakan, dan mulai sekarang diisi upacara mepetik dan metelu bulanan. “Nyekah diikuti 25 sawa, mepetik dan metelubulanan diikuti 14 orang. Masing-masing sawa dikenakan biaya Rp3 juta, sementara yang ikut mepetik Rp1 juta. Yang bertanggung jawab penuh terhadap karya ini adalah krama Banjar Aseman,” pungkasnya.
#humasbadung
Editor Anggie Karinasari








































