Beranda Budaya Wakili Denpasar, Sekeha Baleganjur Telung Barung, Desa Adat Penatih Siap Unjuk Kreativitas...

Wakili Denpasar, Sekeha Baleganjur Telung Barung, Desa Adat Penatih Siap Unjuk Kreativitas di PKB XLIV

0
Hosting Indonesia

bvn/hmden

Walikota Denpasar hadiri pembinaan Sekeha Baleganjur Telung Barung Penatih.

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Tim Kesenian Baleganjur Remaja Duta Kota Denpasar yang diwakili Sekeha Baleganjur Telung Barung, Penatih siap unjuk kreativitas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIV Tahun 2022. Hal tersebut terungkap saat pembinaan oleh Konsultan Kesenian yang dihadiri langsung Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara didampingi Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana di Jaba Pura Dalem, Desa Adat Penatih, Sabtu (7/5) malam.

Dalam kesempatan tersebut Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara ini turut menyerahkan bantuan uang pembinaan kepada sekeha baleganjur. Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara memberikan dana pembinaan secara simbolis dan apresiasi atas berbagai persiapan yang dilaksanakan duta kesenian Kota Denpasar, khususnya Sekeha Baleganjur Telung Barung, Desa Adat Penatih, Duta Kota Denpasar.

“Saya berharap seluruh duta kesenian Kota Denpasar yang akan berlaga di PKB, khususnya Sekeha Baleganjur Telung Barung ini dapat menjaga penjiwaan, emosi serta konsistensi penampilan, sehingga saat pentas nanti dapat memberikan hasil yang maksimal dan sesuai dengan pakem, uger-uger serta pembawaan seni itu sendiri. Seluruh seniman harus tetap semangat memberikan hasil maksimal, dan tetap jaga kesehatan,” ujarnya.

Sementara Kordinator Sekeha Baleganjur Telung Barung Gusti Putu Nuada mengatakan, sajian pementasan dikemas apik dengan mengangkat cerita Karesian. Karesian adalah sistem kelola air pada zaman Bali kuno yang mengelola lima pokok sumber air; air laut, air danau, pancoran, telaga, dan sumber mata air/empul. Kelima sumber mata air ini
identik dengan Panca Tirta. Panca Tirta terformulasi dalam “Siwambha” seorang pendeta melalui Japa, Mantra, Puja yang teraplikasikan pada elemen melodi, ritme, dinamika. Mudra diaplikasikan dengan gerak. Genta diaplikasikan sebagai penyelaras atau transisi. Semua itu merupakan gabungan dari Sapta Gangga menjadi Amerta (sumber kehidupan).

Maka dari itu seorang pendeta dalam memformulasi Sapta Gangga diistilahkan melaksanakan “Yoga Candi Aip” yang identik dengan Panca Rsi, sama halya dengan penggarap gending dan penggarap gerak dalam menciptakan karya baleganjur ini. Candi air sebagai sumber kehidupan berfungsi sama seperti sastra untuk memberikan pencerahan dan pembersihan pikiran yang kotor.

“Jadi Karesian (tata kelola air/sastra), Karatuan (tata kelola pemerintahan), dan Karaman (tata kelola masyarakat). Ketiga tata kelola tersebut diejawantahkan dalam keseimbangan, keserasian dan keselarasan antara teori, penggarap, dan pendukung sebagai sumber hidupnya keindahan dalam karya seni baleganjur. Dalam persiapan pentas di PKB yang akan datang, kami telah menyiapkan penari dan penabuh generasi muda yang telah dipersiapkan sekitar 3 bulan yang lalu,” pungkasnya. (wes/hmden)

Hosting Indonesia
Artikel sebelumyaPersiapan Pembangunan TPST Tahura Suwung, Sekda Alit Wiradana Pimpin Relokasi Pemulung
Artikel berikutnyaBank Sampah Dharma Laksana Panjer Layani Penukaran Sampah Setiap Hari Minggu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here