Beranda Budaya Walikota Jaya Negara “Ngayah Nyangging” Metatah Masal Banjar Tunjung Sari

Walikota Jaya Negara “Ngayah Nyangging” Metatah Masal Banjar Tunjung Sari

bvn/hmden

NGAYAH NYANGGING – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara ngayah nyanggingin serangkaian Karya Mapetik, Menek Kelih dan Metatah Masal yang digelar di Banjar Tunjung Sari, Desa Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, Jumat (5/9) pagi.

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara ngayah nyanggingin serangkaian Karya Mapetik, Menek Kelih dan Metatah Masal yang digelar di Banjar Tunjung Sari, Desa Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, Jumat (5/9) pagi.

Karya Manusa Yadnya yang digelar ini turut dihadiri Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Denpasar IB Alit Surya Antara, Camat Denpasar Utara Wayan Yusswara, Perbekel serta tokoh masyarakat setempat.

Terlihat sejak pagi, ratusan warga tampak memadati area bale peyadnyan untuk mengikuti prosesi metatah masal. Diiringi lantunan kidung dan suara gender, satu per satu rangkaian Metatah dilaksanakan secara khidmat.

Walikota I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut menyampaikan, prosesi mepandes yang merupakan upacara Manusa Yadnya ini wajib dilakukan oleh umat Hindu khususnya pada anak yang baru beranjak dewasa. Selain merupakan sebuah kewajiban, upacara mepandes atau metatah ini merupakan sebuah upacara untuk mentralisisr sifat buruk yang ada pada diri manusia atau yang dalam Hindu disebut Sad Ripu.

“Metatah masal mencerminkan sifat menyama braya atau Vasudhaiva Kutumbakam untuk bergotong royong melakukan wujud bhakti kepada Sang Pencipta. Dengan pelaksanaan ini tentu kami berharap ke depannya dapat menciptakan hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, begitupun manusia dengan alam lingkungan harus tetap dijaga sebagaimana mestinya sehingga kehidupan tetap harmonis,” kata Jaya Negara.

Ketua Panitia Wayan Dana menyampaikan terima kasih atas dukungan Walikota Jaya Negara. Ia menyebutkan, upacara Manusa Yadnya ini diikuti oleh 42 peserta mapetik, 61 peserta menek kelih, dan 104 peserta metatah. “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Pemkot Denpasar. Bantuan yang diberikan sangat membantu meringankan beban krama,” tutupnya. (wes/hmden)

Baca Juga  Tak Gunakan Masker, Tim Gabungan Yustisi Denpasar Tindak Tegas Pelanggar Prokes