bvn/sar
SERAHKAN BUKU – Bupati Gianyar Made Mahayastra menyerahkan ide-ide pengembangan LPD yang sudah dikemas dalam sebuah buku dan diserahkan kepada Ketua Panitia Diskusi Nyoman Sunaya dan Ketua BKS LPD Bali Nyoman Cendikiawan usai membuka diskusi akhir tahun, Senin (29/12/2025).
GIANYAR (BALIVIRALNEWS) –
Badan Kerja Sama (BKS) Lembaga Perkreditas Desa (LPD) Bali bekerja sama dengan Forum Media Peduli LPD, Senin (29/12/2025) menggelar diskusi akhir tahun 2025. Diskusi ini mengambil tema “LPD Kokoh Topang Tumbuhnya Ekonomi Krama Adat Bali”.
Diskusi akhir tahun 2025 ini dibuka Bupati Gianyar I Made Mahayastra, dan dihadiri Sekda Gianyar, pengelola LPD, pengurus BKS LPD Bali, kabupaten/kota, pengurus MDA kabupaten/kota, serta utusan yowana. Acara ini juga dihadiri pelaku UMKM yang selama ini disupport oleh LPD.
Saat membuka diskusi, Bupati Gianyar Made Mahaystra menyatakan, LPD merupakan salah satu sejarah yang dibuat oleh mantan Gubernur IB Mantra di tahun 1980-an. “Saat ini sudah banyak yang eksis dan besar. Tentu tidak semua harus besar, tergantung bagaimana pengelolaan dan juga basisnya, di lokasi LPD itu berada,” ujarnya.
Mempertahankan eksistensi LPD, katanya, menjadi tanggung jawab kita semua. Karena itu, Bupati Mahayastra menilai, diskusi di akhir tahun ini tentu sangat penting. Pihaknya uga menawarkan konsep pengembangan LPD dan berharap bisa dibahas dan kalau bisa dijalankan.
Langkah kongkret yang akan dilakukan, ujarnya, nanti ada tim auditor yang dibiayai oleh pemerintah dan dihibahkan kepada LPLPD untuk mengaudit reguler setiap tahun. Selanjutnya, ada empat kategori hasil audit yaitu wajar tanpa pengecualian, wajar dengan pengecualian, tidak wajar, dan tidak berpendapat. Hasil temuan auditor nantinya wajib ditindaklanjuti dalam 6 bulan.
Dia merinci rencana anggarannya dulu dibuat Rp 5,5 juta per auditor dan sekarang mungkin sekitar Rp 7,5 juta. Ini tentu orang-orang yang berpendidikan. Tapi semua tergantung pihak LPD karena pihaknya hanya menawarkan ide, pihaknya mensupport. “Bagaimana pun kita tetap tidak boleh memaksakan karena ini independen. Kami berharap program audit LPD ini bisa berjalan di tahun 2027,” tegasnya.
Diskusi yang digelar di Kantor BKS LPD Kabupaten Gianyar di bilangan Buruan tersebut menampilkan lima narasumber yang sangat berkompeten. Kelimanya adalah Anggota DPD RI Perwakilan Bali Ida Bagus Rai Darmawijaya Mantra, Kepala BKS LPD Bali Nyoman Cendikiawan, unsur akademisi Prof. IB Raka Suardana, Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Bali yang diwakili salah satu kabidnya, serta CEO PT USSI Group Maman Tirta Rukmana. (sar)







































