bvn/hmden
TELUNG BARUNG – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyambangi proses pembinaan Sekeha Gong Telung Barung, Desa Adat Penatih di Pura Penataran Agung Desa Adat Penatih, Kamis (7/5) petang.
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyambangi langsung proses pembinaan Sekeha Gong Telung Barung, Desa Adat Penatih sebagai Duta Kota Denpasar pada Wimbakara Tari Barong PKB XLVIII Tahun 2026 di Pura Penataran Agung Desa Adat Penatih, Kamis (7/5) petang. Pembinaan tersebut guna memastikan kesiapan dan ketepatan materi yang akan dibawakan.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Marhaendra Jaya dan AA Gede Agung Suyoga. Tampak pula, anggota DPRD Kota Denpasar I Ketut Budha, Tim Pembina Seni Kota Denpasar, Tim Konsultan Seni Kota Denpasar serta undangan lainnya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, Pemerintah Kota Denpasar senantiasa memberikan dukungan kepada para duta Kota Denpasar yang akan berlaga di ajang pesta kesenian tahunan di Pulau Bali tersebut.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada para seluruh anggota sekeha, pembina, dan koordinator yang telah melaksanakan pembinaan secara serius dan berkelanjutan. Terlebih, berbagai persiapan optimal terus dilaksanakan untuk memastikan pementasan nanti berjalan lancar.
“Konsistensi para seniman muda dalam menjaga warisan seni tradisi, adalah salah satu kekuatan Kota Denpasar dalam mempertahankan identitas budaya Bali di tengah pesatnya perkembangan zaman,” ujar Arya Wibawa.
Koordinator Sekeha Telung Barung, Desa Adat Penatih Gusti Agung Febriana Iswara Putra menjelaskan, pihaknya telah berupaya melakukan berbagai persiapan menjelang PKB XLVIII Tahun 2026. “Kami melakukan latihan intensif dan juga berkesinambungan. Hal ini sekaligus untuk mempersiapkan mental para penampil nantinya,” ungkapnya.
Agung Febriana mengatakan, adapun persiapan yang dilakukan antara lain, latihan fisik, teknik tari, hingga materi yang akan dibawakan nanti saat pementasan berlangsung. “Tari Barong bukan sekadar partisipasi, tetapi praktik penerapan teknik tari dengan
kompleksitas, yang juga mengedepankan nilai spiritual vertikal. Untuk itu, para penampil nantinya harus benar-benar mempersiapkan diri dengan baik,” katanya. (wes/hmden)








































