Beranda Berita Utama Bukan Sekadar Bantuan, Nyala Literasi di Tegal Harum Tumbuh Menjadi Gerakan

Bukan Sekadar Bantuan, Nyala Literasi di Tegal Harum Tumbuh Menjadi Gerakan

bvn/hmpln

PERPUSTAKAAN KELILINGKepala Perpustakaan Sastra Mahottama I Gusti Ayu Prajna Kusuma Sari, menyaksikan langsung antusiasme anak-anak dalam kegiatan membaca di layanan perpustakaan keliling.

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Senja mulai turun di Denpasar Barat, namun aktivitas di sebuah sudut lingkungan justru semakin hidup. Di bawah pencahayaan sederhana, sebuah motor berhenti dengan rak buku terbuka di sisi kanan dan kiri.

Tak perlu waktu lama, anak-anak mulai berdatangan. Mereka duduk berjejer di bangku kecil, membuka buku, dan larut dalam halaman demi halaman bacaan. Di tengah suasana yang hangat, buku tidak lagi terasa jauh — ia hadir di dekat mereka, menyalakan rasa ingin tahu sejak dini.

Motor perpustakaan keliling milik Perpustakaan Sastra Mahottama Desa Tegal Harum kini rutin menyambangi sekolah-sekolah dan lingkungan permukiman di wilayah Denpasar Barat. Bukan sekadar membawa buku, tetapi menghadirkan pengalaman baru yakni membaca yang terasa dekat, menyenangkan, dan hidup.

Suasana membaca pun terlihat nyata di setiap titik layanan. Anak-anak tampak antusias memilih berbagai koleksi, mulai dari cerita bergambar hingga bacaan edukatif. Sebagian membaca dengan serius, sebagian lainnya saling berbagi cerita tentang buku yang mereka temukan. Orang tua dan pengelola perpustakaan turut mendampingi, menciptakan ruang interaksi yang hangat dan alami.

Program ini merupakan bagian dari penguatan literasi desa yang didukung oleh PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yang diluncurkan sejak 25 Juli 2025 lalu. Kehadiran motor perpustakaan ini menjadi salah satu langkah kongkret dalam mendorong transformasi perpustakaan desa agar lebih adaptif, inklusif, dan menjangkau masyarakat secara langsung.

Selama ini, perpustakaan identik dengan ruang yang harus didatangi. Namun di Desa Tegal Harum, konsep itu dibalik — perpustakaanlah yang mendatangi pembacanya. Motor perpustakaan keliling menjadi jawaban atas keterbatasan ruang dan akses, sekaligus mendekatkan budaya membaca kepada anak-anak sejak usia dini.

Baca Juga  Dorong Layanan Inklusif Bagi Kebutuhan Ibu dan Anak, Pemkot Denpasar Gelar Diskusi Pengintegrasian Isu Gender

Berdasarkan data desa, potensi penerima manfaat program ini sangat besar. Sedikitnya 10 sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA telah menjadi sasaran layanan, dengan total lebih dari lima ribu siswa yang berpotensi terjangkau.

Kepala Perpustakaan Sastra Mahottama I Gusti Ayu Prajna Kusuma Sari menilai, kehadiran program ini membawa perubahan nyata dalam mendekatkan literasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak.

“Program ini sangat membantu kami dalam mendekatkan literasi kepada anak-anak. Akses yang sebelumnya terbatas, kini bisa dijangkau langsung di sekolah. Ini menjadi langkah penting dalam membangun budaya membaca di Desa Tegal Harum,” katanya.

Menurutnya, kehadiran perpustakaan keliling bukan hanya memudahkan akses terhadap buku, tetapi juga membangun kebiasaan baru. Anak-anak yang sebelumnya jarang membaca kini mulai menunggu kedatangan motor perpustakaan, bahkan menjadikannya sebagai momen yang dinanti setiap minggu.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho menegaskan, dukungan ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan melalui penguatan literasi.

“PLN tidak hanya menghadirkan listrik sebagai kebutuhan dasar, tetapi juga berupaya menghadirkan energi bagi masa depan. Melalui dukungan terhadap program literasi seperti ini, kami ingin memastikan anak-anak memiliki akses yang lebih luas terhadap pengetahuan, sehingga dapat tumbuh menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan ke depan,” ujar Eric.

Ia menambahkan, kolaborasi antara PLN dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan dampak yang berkelanjutan, terutama dalam membangun budaya literasi yang dimulai dari tingkat desa.

Melalui bantuan sarana seperti motor perpustakaan keliling, penguatan fasilitas baca, hingga dukungan pengembangan layanan literasi digital, PLN berupaya memastikan bahwa energi yang dihadirkan tidak hanya menerangi, tetapi juga memberdayakan.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta dan Wabup Suiasa Hadiri Pengukuhan FK3D Badung, Kaling dan Kelian Dinas Diharapkan Tingkatkan Etos Kerja

Sejak diluncurkan, program ini mulai menunjukkan dampak positif. Aktivitas membaca di sekolah maupun di lingkungan desa meningkat, seiring dengan semakin intensnya interaksi masyarakat — khususnya siswa — dengan berbagai koleksi bacaan, baik melalui layanan motor perpustakaan keliling maupun fasilitas perpustakaan yang telah dikembangkan di kantor desa.

Perpustakaan Sastra Mahottama sejak awal dikembangkan tidak hanya sebagai ruang baca konvensional, tetapi juga dilengkapi dengan layanan literasi digital yang dapat diakses melalui perangkat komputer yang tersedia di kantor desa. Integrasi ini menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan saat ini, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap sumber pengetahuan.

Hingga saat ini, tercatat 936 kunjungan, dengan frekuensi layanan 52 kali dalam setahun, serta jumlah koleksi yang telah dimanfaatkan mencapai 650 eksemplar, mencerminkan meningkatnya minat baca serta pemanfaatan fasilitas literasi secara lebih luas di masyarakat. (sar/hmpln)