bvn/sar
LEPAS WISUDAWAN – Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan melepas wisudawan pada Wisuda ke-37 yang digelar di BNDCC Nusa Dua, Rabu (13/5/2026).
MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –
ITB STIKOM Bali, Rabu (13/5/2025) menggelar Wisuda Ke-37 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua. Dalam wisuda kali ini, ITB STIKOM Bali melepas 582 wisudawan yang terdiri atas 14 Magister, 567 Sarjana, dan 1 Diploma III dari berbagai program studi D3, S1, hingga S2. Sejumlah wisudawan juga berhasil meraih gelar dual degree melalui program kerja sama internasional dengan HELP University.
Wisuda tak hanya dipenuhi kebanggaan para wisudawan dan keluarga. Di tengah prosesi akademik yang berlangsung khidmat, suasana mendadak berubah haru saat pihak kampus menyerahkan beasiswa kepada putra-putri almarhum dosen ITB STIKOM Bali I Gusti Rai Agung Sugiarta, ST, MT.
Penyerahan beasiswa dilakukan Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan, di hadapan ratusan wisudawan dan tamu undangan. Tepuk tangan panjang mengiringi momen penuh empati tersebut sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi almarhum semasa mengabdi di dunia pendidikan.

Suasana haru saat penyerahan beasiswa.
Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan mengatakan, wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal langkah baru bagi para lulusan untuk memasuki dunia profesional, melanjutkan pendidikan, maupun membangun usaha mandiri. “Hari ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal untuk melangkah ke dunia kerja, melanjutkan studi, dan berwirausaha,” ungkap Dadang.
Sebagai kampus vokasi, ungkap Dadang Hermawan, ITB STIKOM Bali terus memperkuat kesiapan lulusan menghadapi dunia industri melalui career development center, program pascasarjana, hingga inkubator bisnis yang membantu mahasiswa mengembangkan usaha.
Dadang Hermawan menyebut, sekitar 70 persen lulusan ITB STIKOM Bali telah bekerja bahkan sebelum resmi diwisuda, dengan rata-rata masa tunggu kerja sekitar satu bulan. “Kami ingin lulusan memiliki pilihan BMW, yakni bekerja, melanjutkan pendidikan, atau berwirausaha,” katanya.
Selain penguatan kualitas lulusan, kampus juga terus membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat melalui berbagai program beasiswa, mulai dari beasiswa yayasan, KIP Kuliah, hingga program “Satu Keluarga Satu Sarjana” yang didukung Pemerintah Provinsi Bali.
Sementara itu, Vice President of HELP University Stephen Wu Ghee Kean mengapresiasi kemitraan internasional yang telah terjalin selama 17 tahun bersama ITB STIKOM Bali, khususnya dalam program dual degree. Ia berharap, kerja sama tersebut dapat terus berkembang ke bidang-bidang strategis seperti artificial intelligence (AI), energi terbarukan, teknologi tepat guna, hingga program magister dan doktoral.
“Ke depan kami berharap bisa menghadirkan lebih banyak program lanjutan seperti master degree, PhD, dan pengembangan teknologi masa depan,” ujarnya.
Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar Prof. Dr. I Made Bandem, MA menambahkan, pihak yayasan terus mendorong ITB STIKOM Bali menuju kampus bertaraf internasional melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dunia, termasuk dari Thailand, China, Inggris, dan Prancis.
Ia juga mengungkapkan, seluruh persyaratan transformasi menjadi Universitas STIKOM Bali (USB) telah dipenuhi dan kini tinggal menunggu penetapan resmi dari pemerintah. “Kami mohon doa restunya agar transformasi menjadi Universitas STIKOM Bali segera terwujud,” tandas Made Bandem. (sar)








































