Beranda Badung News Ketua DPRD Badung Anom Gumanti Dukung Pecalang Dilibatkan Berantas Jambret

Ketua DPRD Badung Anom Gumanti Dukung Pecalang Dilibatkan Berantas Jambret

bvn/sar

SERAHKAN BANSOS – Ketua DPRD badung Gusti Anom Gumanti (Nomor 2 dari kiri) saat ikut menyerahkan bansos hari raya untuk umat Buddha serangkaian Hari Raya Waisak, Kamis (28/5/2026) di Kuta.

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Sebagai destinasi tujuan wisata internasional, Kuta dan wilayah-wilayah lain di Kabupaten sangat membutuhkan keamanan dan kenyamanan. Namun saat ini, kenyamanan masyarakat dan wisatawan mulai terganggu dengan adanya sejumlah kasus kriminal seperti jambret yang menyasar kalangan wisatawan mancanegara.

Terkait adanya kasus kriminal seperti jambret ini, Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti mendukung upaya Bupati Badung untuk melibatkan pecalang dan aparat desa adat selain aparat keamanan seperti Kepolisian dalam mencegah dan memberantas kasus-kasus kriminal. “Kami setuju karena kasus-kasus kriminal membawa ekses bagi sektor patiwisata,” ujar politisi PDI Perjuangan Dapil Kuta tersebut.

Ditemui usai mengikuti penyerahan bantuan sosial Hari Raya Waisak bagi umat Buddha di Kuta, Kamis (28/5/2026), Anom Gumanti menyambut baik upaya Bupati Badung untuk membuat formulasi. Yang digarisbawahi, libatkanlah aparat keamanan yang ada di masyarakat.

“Saya kira, kalau mungkin mengacu pada satu titik yaitu pengamanan terpadu. Di situ ada TNI, Polri, kemudian ada dari instansi pemerintah juga. Tidak sedikit ketika di lapangan menemukan kendala-kendala. Kita berharap penyelesaian kendala-kendala itu di sektor dan bidang-bidangnya masing-masing,” tegasnya.

Anom Gumanti kembali menegaskan akan mendukung hal tersebut. Kalau memang nanti sudah ada formulasinya, bila perlu dibuatkan semacam regulasi, bagaimana metodenya, polanya. Yang pasti ada keterlibatan masing-masing instansi yang terkait.

Khusus di Kuta, dia melihat kondisi Kuta lebih stabil. Dia mengaku tidak tahu apakah pengaruhnya karena sudah menurunnya jumlah hiburan malam seperti diskotik. “Kalau dulu urusan jambret dan copet hampir terjadi setiap hari. Sekarang sudah sangat jauh berkurang dari sebelumnya,” tegasnya.

Baca Juga  Pelatihan Kepemimpinan Yowana Niti Sarira III Tahun 2020

Walau begitu, dia bukan menjamin bahwa keamanan lebih baik dari dulu, belum tentu. Tadi sudah disampaikan bahwa ekses pariwisata itu banyak, ada yang positif dan ada pula yang negatif. Apa pun itu, Anom Gumanti berharap agar ini bisa ditanggulangi. Sekecil apa pun yang namanya gangguan keamanan itu bisa ditanggulangi dengan keterlibatan masyarakat.

Soal respons masyarakat, dia yakin pasti akan mendukung bila perlu ikut terlibat dalam usaha pengamanan atau ronda keliling. “Kami yakin masyarakat akan merespons dengan baik untuk selanjutnya ikut melakukan semacam ronda dan sebagainya,” tegasnya. (sar)