bvn/hmprov
Gubernur Bali Wayan Koster membuka Bulan Bung Karno Kamis (1/6/2023).
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni, oleh Pemerintah Provinsi Bali, sejak 2019, dan kini telah merupakan pelaksanaan ke-5, dirangkai dalam keutuhan Perayaan Bulan Bung Karno Provinsi Bali, yang diatur melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 19 Tahun 2019 Tentang Bulan Bung Karno di Provinsi Bali. Provinsi Bali merupakan satu-satunya Provinsi di Indonesia yang menyelenggarakan Bulan Bung Karno sebulan penuh. Kita ketahui bersama, bulan Juni, merupakan bulan dengan hari-hari penting dan sakral yang tertaut dengan Bapak Bangsa Bung Karno.
Tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, 6 Juni Hari Lahir Bung Karno, dan 21 Juni hari Wafat Proklamator Bung Karno. Untuk mengenang, menghormati, memaknai, dan memuliakan hari-hari penting tersebut, kita menyelenggarakan Bulan Bung Karno pada setiap bulan Juni, secara serentak dari provinsi, kota/kabupaten, desa/kelurahan, dan satuan pendidikan seluruh Bali.
Selain sebagai wujud penghormatan dan bakti kepada Bung Karno, Bapak Pendiri Bangsa yang telah merumuskan dasar negara kita, penyelenggaraan Bulan Bung Karno di Provinsi Bali, juga memiliki tujuan mulia, yaitu: Pertama, mengarusutamakan Pancasila dalam kehidupan masyarakat Bali dalam berbangsa dan bernegara. Kedua, meningkatkan pemahaman masyarakat Bali tentang sejarah, filosofi dan nilai-nilai Pancasila. Ketiga, memperkokoh semangat kebangsaan dan inklusi sosial di tengah kontestasi nilai (ideologi) dan kepentingan yang mengarah kepada menguatnya kecenderungan politisasi identitas. Keempat, membangkitkan dan memelihara memori kolektif masyarakat
Bali tentang ketokohan dan keteladanan Ir. Soekarno sebagai penggali Pancasila dan Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia. Kelima, memperkuat institusionalisasi
nilai-nilai Pancasila, dan spirit perjuangan Bung Karno sesuai dengan kearifan lokal Bali.
Tema Bulan Bung Karno Provinsi Bali tahun 2023 ini yakni, Mahajnana Segara Kerthi: Pemuliaan Laut, sebagai pendalaman ajaran Bung Karno. Tema ini sejalan dengan Visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia NiskalaSakala, menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno, Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan, dengan menyelenggarakan Pembangunan Secara Terpola, Menyeluruh, Terencana, Terarah, dan Terintegrasi dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasar Nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.
Penyelenggaraan Bulan Bung Karno Provinsi Bali merupakan salah satu dari 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru, yang semakin menguatkan Bali dalam bangunan visi kebangsaan yang ideologis, kultural, nasionalis, dan religius.
Tema yang setaut dengan Nilai Kearifan Lokal Segara Kerthi ini diwujudkan sebagai wahana penyebarluasan dan internalisasi Pancasila serta ajaran-ajaran Bung Karno secara
nyata dalam upaya pelindungan dan pelestarian alam semesta. Tema ini merupakan arah untuk mengajak seluruh pemimpin, tokoh masyarakat, dan Krama Bali untuk meneladani karakter kepemimpinan dan ajaran Bung Karno, yang mengayomi, melindungi, dan menyejukkan, kepemimpinan yang mengutamakan nilai-nilai kebersamaan, kegotongroyongan, dan berorientasi pada kemajuan bersama. Hidup yang Menghidupi, Urip yang Menguripi, yakni Pulih Bersama, Tumbuh Bersama, Hidup Bersama, Berkembang Bersama, Kuat Bersama, dan Manfaat Bersama pasca Pandemi Covid-19. “Astungkara pariwisata dan perekonomian Bali mulai pulih. Baru saja saya menyambut pesawat terbesar di dunia, yaitu Emirates dengan membawa wisatawan mancanegara ke Bali sekitar 500 orang lebih,” kata Gubernur Koster yang disambut tepuk tangan.
Kepemimpinan yang sejuk, juga berorientasi pada semangat pemuliaan dan konservasi atas laut, pantai, dan juga lingkungan pesisir Bali, sebagai implementasi Tata-Titi Kehidupan Masyarakat Bali yang berdasarkan Nilai-nilai Kearifan Lokal Segara Kerthi secara niskala-sakala.
Semangat Urip yang Menguripi yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi menjadi itikad, tekad dan ikrar ideologis bersama. Tidak boleh gentar, lemah, dan putus asa, betapapun tantangan dan godaan hadir untuk membelokkan cita-cita ini, kita harus tetap tegak demi keberlanjutan keharmonisan dan kesucian alam, manusia, dan kebudayaan Bali.
Penghormatan sekaligus pendalaman paling utama tentang ajaran Bung Karno adalah dengan meneladani dan melaksanakan ide, pemikiran, gagasan, dan cita-citanya untuk
Indonesia Raya. Titiang berharap seluruh lapisan masyarakat Bali, terutama generasi muda milenial, mari dengan suka cita dan derap langkah yang kokoh memikul tanggung jawab ideologis ini. “Dengan mengucap Om Awignam Astu Namo Sidham, penyelenggaraan rangkaian acara Bulan Bung Karno ke-5 tahun 2023 di Provinsi Bali, secara resmi titiang buka. Semoga penyelenggaraan Bulan Bung Karno di seluruh Bali, di
tingkat provinsi, kota/kabupaten, dan desa, berjalan dengan lancar dan sukses,” tutup Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini yang disambut nada Merdeka, Merdeka, Merdeka. (sar)









































