bvn/hmden
D’YOUTH FEST – Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri konferensi pers D’Youth Fest 6.0 pada Rabu (1/7).
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Pemerintah Kota Denpasar kembali menghadirkan ruang ekspresi bagi generasi muda melalui penyelenggaraan Denpasar Youth Festival (D’Youth Fest) 6.0 Tahun 2026. Mengusung tema “Feel The Growth”, rangkaian festival yang telah berlangsung sejak Juni ini akan mencapai malam puncaknya pada 11–12 Juli 2026 dengan beragam kolaborasi lintas komunitas kreatif, pelaku ekonomi kreatif, hingga hiburan dari musisi lokal dan nasional.
Festival ini menjadi wadah bagi anak muda untuk berkarya, berkolaborasi, sekaligus memperkuat identitas kreatif Kota Denpasar sebagai kota yang inklusif dan inovatif.
Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat memberikan keterangan pada Rabu (1/7) mengatakan, D’Youth Fest telah berkembang menjadi salah satu ruang strategis bagi generasi muda untuk menunjukkan potensi terbaiknya. Festival ini tidak hanya menghadirkan hiburan, namun juga menjadi ruang bertemunya kreativitas, inovasi, budaya, dan semangat kolaborasi yang menjadi kekuatan utama pembangunan Kota Denpasar.
Lebih lanjut dijelaskan, tema besar Regrow yang diusung dimaknai sebagai upaya menghidupkan kembali potensi yang sesungguhnya telah dimiliki masyarakat melalui pendekatan nguripang rasa. Konsep tersebut menekankan pentingnya membangun kembali rasa memiliki, kepedulian, serta keterhubungan masyarakat terhadap ruang, karya, budaya, dan ekosistem kreatif yang dimiliki. Dari proses tersebut diharapkan lahir pertumbuhan yang organik, berakar kuat, dan berkelanjutan.
Subtema Feel The Growth menjadi representasi dari fase ketika pertumbuhan tersebut tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga mampu dirasakan bersama oleh seluruh pelaku ekonomi kreatif, komunitas, maupun masyarakat.
Melalui D’Youth Fest, semangat pertumbuhan diwujudkan dalam berbagai bentuk kolaborasi, keberanian berekspresi, serta terciptanya ruang yang mendorong lahirnya ide-ide kreatif baru. Dengan demikian, pertumbuhan tidak lagi menjadi sesuatu yang dipaksakan, melainkan hadir secara alami sebagai pengalaman kolektif yang memberi dampak nyata.
“D’Youth Fest merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam memberikan ruang bagi generasi muda untuk terus tumbuh dan berkembang. Kami ingin menghadirkan ekosistem yang mampu mendorong lahirnya kreativitas, memperkuat kolaborasi antarkomunitas, sekaligus memberikan ruang bagi ekonomi kreatif agar semakin berkembang. Anak-anak muda Denpasar memiliki potensi luar biasa yang harus terus difasilitasi sehingga mampu menjadi motor penggerak pembangunan kota di masa depan,” ujar Arya Wibawa.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Luh Putu Ryatiti didampingi Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif AA Ngurah Mahendra menjelaskan, malam puncak D’Youth Fest 6.0 akan menghadirkan berbagai atraksi unggulan yang memadukan seni tradisi, kreativitas modern, ekonomi kreatif, hingga hiburan musik.
“Melalui D’Youth Fest kami ingin menunjukkan bahwa kreativitas anak muda Denpasar memiliki ruang yang sangat luas. Festival ini bukan hanya menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga ruang tumbuh bagi komunitas kreatif, pelaku UMKM, hingga kolaborasi lintas sektor yang memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Kota Denpasar. Tahun ini masyarakat akan disuguhkan berbagai penampilan yang lebih beragam dan kolaboratif,” ujar Luh Putu Riyastiti.
Selain pertunjukan seni dan budaya, malam puncak D’Youth Fest juga akan dimeriahkan penampilan sederet musisi lokal dan nasional, di antaranya Ari Lesmana, Tika Pagraky, Bagus Wirata, Dialog Dini Hari, Ary Kencana, Harmonia, Leeyonk Sinatra, Skoozy, hingga Wet Project. Festival ini juga menghadirkan sedikitnya 20 UMKM kuliner dan 5 food truck yang memberikan ruang promosi sekaligus memperkuat geliat ekonomi masyarakat selama penyelenggaraan festival.
Secara keseluruhan, D’Youth Fest 6.0 menghadirkan rangkaian kegiatan kreatif yang berlangsung sejak pertengahan Juni hingga Juli 2026, meliputi Operet This Week, Bimbingan Teknis Penyiaran, Heritage Ride, Glory of Youth, Earthsy Day, Bali Fashion Bike, Mural Exhibition, Area Creator, Makin Dekat Film Fest, Community Paradise, Bali Screen Printing Community, hingga malam puncak D’Youth Fest.
Berbagai kegiatan tersebut melibatkan puluhan komunitas kreatif seperti HIPMI, HDII, Djamur, Inkdonesia Movement, ESI Denpasar, IAI, Cre, Agro, GBCI, Tekiber, Sanur Creative, Perseden, HIMSI, Eling Ring Pertiwi, Petani Muda Keren, Lowrider, dan Bali Screen Printing Community.
Melalui D’Youth Fest 6.0, Pemerintah Kota Denpasar berharap lahir semakin banyak ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan kreativitas, budaya, inovasi, serta semangat kewirausahaan generasi muda.
“Festival ini sekaligus memperkuat posisi Denpasar sebagai kota kreatif yang memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak muda untuk menjadi pelaku utama pembangunan, menghadirkan karya yang berdampak, dan menumbuhkan ekonomi kreatif yang berkelanjutan menuju Denpasar yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing,” ujarnya.
Ketua Harian Bkraf Denpasar Ari Setiya Wibawa mengatakan, selain menghadirkan ruang kreativitas, D’Youth Fest 6.0 tahun ini juga memperkuat komitmen terhadap penyelenggaraan festival yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Inovasi pengelolaan sampah terintegrasi dilaksanakan selama pelaksanaan festival sebagai bagian dari edukasi budaya sadar lingkungan bagi generasi muda.
“Kami ingin D’Youth tidak hanya meninggalkan kesan sebagai festival yang meriah, tetapi juga festival yang bertanggung jawab. Bkraf Denpasar mulai menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur, sehingga kami ingin mengajak generasi muda belajar bahwa event besar pun bisa tetap tertib, bersih, dan berkelanjutan,” tutup Ari. (wes/hmden)








































