ist
JAWAB – Bupati Giri Prasta didampingi Wabup Ketut Suiasa tengah menjawab pertanyaan wartawan seusai jumpa pers, Selasa (16/6).
MANGUPURA (BALIVIRAL NEWS) –
Dalam menyongsong new normal, Badung akan memprioritaskan sektor ekonomi khususnya pariwisata dan pertanian. Kenapa kedua sektor ini yang menjadi prioritas?
Bupati Badung Nyoman Giri Prasta didampingi Wabup Ketut Suiasa, Ketua DPRD Putu Parwata dan Sekda Wayan Adi Arnawa saat jumpa media di rumah jabatan bupati, Selasa (16/6), menyatakan sektor ekonomi harus bangkit jika ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Sumber pendapatan Badung dominan sektor pariwisata. Karena itu, sektor ini harus dijaga. Ketika kita semua sudah siap, pariwisata akan prioritas dibuka saat new normal,” katanya.
Pendapatan sektor pariwisata ini, tegasnya, baik dari pajak hotel dan restoran (PHR), pajak hiburan memberi kontribusi dominan dalam pendapatan daerah. Ini harus dijaga bersama agar kembali pulih seperti sediakala. “Transportasi udara wajib dijaga melalui pintu-pintu masuk seperti bandara dengan menggunakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan,” katanya.
Dengan pendapatan ini, tegasnya, Badung mampu memberikan stimulus kepada masyarakat di sektor ekonomi baik bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Selanjutnya yang dilirik, katanya, sektor pertanian. Kebutuhan pariwisata wajib menggunakan produk lokal. Misalnya beras, sayur, buah dan sebagainya. “Ini untuk memberdayakan sektor pertanian,” katanya.
Komitmen Bupati Giri Prasta di sektor pertanian telah teruji. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Badung selama periode tahun 2014 sampai 2019 selalu mengalami perubahan setiap tahunnya. Terlihat dari grafik, persentase pertumbuhan ekonomi Kabupaten Badung dari tahun 2014 sampai 2019 selalu konsisten berada di atas pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali dan nasional. Hal ini merupakan bukti bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Badung selalu mengalami peningkatan mengikuti perkembangan ekonomi regional yang fluktuatif.
Sementara untuk tingkat kemiskinan di Badung pada periode 2014-2019 seperti terlihat pada grafik selalu berada di bawah persentase tingkat kemiskinan Provinsi Bali dan nasional. Pada 2019, tingkat kemiskinan di Badung berada di angka 1,78 persen, sedangkan Provinsi Bali 3,79 persen dan nasional 9,41 persen. Hal ini menandakan Pemerintah Kabupaten Badung selalu berusaha menekan angka kemiskinan.
Demikian juga dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Badung. Angkanya untuk tahun 20014-2019 selalu di bawah Provinsi Bali dan nasional. Pemkab Badung selalu berusaha menekan TPT di Kabupaten Badung selalu di bawah 0,5 persen yang jauh di bawah Provinsi Bali yang persentase TPT-nya di atas 1 persen.
#humasbadung
Editor Devi Karuna







































