ist
KUNKER – Dirut Perumda Pasar MGS Made Sukantra didampingi Dirop Wayan Astika dan Dirum Wayan Mustika saat menerima kunker Komisi III DPRD Badung, Kamis (2/7).
MANGUPURA (BALIVIRAL NEWS) –
Sejak pandemic covid-19, pada Maret 2020, Perumda Pasar Mangu Giri Sedana (MGS) belum mampu menaikkan kesejahteraan karyawan dan karyawatinya. Hal ini salah satunya karena pendapatan Perumda Pasar turun cukup signifikan.
Hal itu dikemukakan Dirut Perumda Pasar MGS Made Sukantra didampingi Direktur Operasinya Wayan Astika dan Direktur Umum Wayan Mustika saat menerima kunker Komisi III DPRD Badung, Kamis (2/7). “Rencananya, kami menaikkan gaji karyawan pada April bertepatan dengan HUT Perumda Pasar. Namun karena pendapatan terjun bebas, kenaikan gaji terpaksa tertunda,” ujarnya.
Untuk bisa membayar gaji secara utuh saja, tegasnya, pihaknya harus melakukan efisiensi secara ketat. Selain itu, pihaknya tak melanjutkan pembangunan atau renovasi sejumlah bangunan pasar. “Kami konsentrasi untuk memenuhi kewajiban membayar gaji kepada karyawan,” tegasnya.
Dirop Wayan Astika menambahkan, saat ini Perumda memiliki 225 karyawan dengan alokasi gaji mendekati Rp 1 miliar per bulannya. “Bersyukur walau pandemi covid, kami bisa memenuhi kewajiban gaji karyawan,” tegas mantan anggota DPRD Badung tersebut.
Dia pun memberikan data produktivitas Perumda 5 bulan pertama 2020 bertepatan dengan pandemi covid-19. Pada Januari dan Februari, pendapatan masih cukup stabil. Pada Januari terealisasi Rp 1,917 miliar (92,58 persen dari target), Februari 2020 tercapai Rp1,635 miliar (78,97 persen). Penurunan mulai terjadi Maret Rp1,483 miliar (71,61 persen), April Rp 1,181 miliar (57,07 persen) dan Mei terealisasi Rp1,352 miliar atau setara 65,31 persen dari target.
Untuk dua Juni dan Juli, Astika yakin pendapatan akan terdongkrak di pasar hewan karena ada Idul Fitri dan Idul Adha yang akan datang.
#humasbadung
Editor Devi Karuna







































