ist
DIALOG – Direktur Bali Mall Ny. Sri Ariyani saat menjadi narasumber mendampingi Ny. Putri Suastini Koster pada dialog Dekranasda, Selasa (14/7).
DENPASAR (BALIVIRAL NEWS) –
Para pengusaha dituntut untuk mampu meningkatkan kecerdasan dan harus survive, karena mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita wajib memanfaatkan teknologi informasi untuk pemasaran secara online. “Di Bali saat ini sudah ada e_markertis (tempat berkumpulnya orang-orang yang ingin melakukan upaya jual beli secara virtual),” ungkap Ny. Sri Ariyani selaku Direktur Bali Mall pada dialog Dekranasda Bali, Selasa (14/7).
Menurutnya, Bali Mall menjadi wadah promosi virtual saat ini yang menjual barang-barang kerajinan para perajin Bali secara virtual. Bagi perajin Bali yang sudah memenuhi syarat akan bisa masuk dan bergabung di dalamnya.
Bali Mall dibuka setelah munculnya pandemi dan dengan 12 kategori dengan 60 merchand. Untuk memudahkan promosi dan pemasaran, Bali Mall menerapkan transaksi Business to Customer, Business to Coorporate, Business to Business dan Business to Government.
Karena kondisi semesta yang mengharuskan kita tidak terlalu banyak bersentuhan fisik dan berkerumun, maka berbelanja online akan menjadi pilihan bagi mereka yang ingin aman. Untuk menjaga kepercayaan pembeli, masing-masing penjual wajib mencantumkan deskripsi barang, alamat produksi dan nomor kontak aktif perajin atau UMKM serta pencantuman call center. Jangan lupa untuk melengkapi dengan foto produk serta caption yang memuat informasi produk, serta caption yang memuat informasi mengenai produk yang dipasarkan. Sehingga jaminan barang untuk tidak terkirim akan sangat minim bahkan tidak ada.
Sebagai jembatan bagi perajin UMKM, salah satunya hanya memudahkan transaksi penjualan tanpa harus keluar rumah, sehingga Bali Mall ini bukan pesaing bagi pasar tradisional.
Editor Wes Arimbawa








































