Beranda Another Region News Diapresiasi BI Bali, Indeks Digitalisasi Klungkung Meningkat 0,7 Persen

Diapresiasi BI Bali, Indeks Digitalisasi Klungkung Meningkat 0,7 Persen

bvn/hmbi

HLM P2DD KLUNGKUNG – Pj. Bupati Klungkung membuka HLM P2DD Kamis, 16 Juli 2024. Terungkap indeks digitalisasi Klungkung meningkat 0,7 persen.

 

SEMARAPURA (BALIVIRALNEWS) –

Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) adalah forum koordinasi antar-instansi dan stakeholder terkait untuk mendorong inovasi, percepatan, dan perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dalam rangka mewujudkan efisiensi, efektivitas dan transparansi tata kelola keuangan. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali (KPw BI Provinsi Bali) Erwin Soeriadimadja bertindak sebagai Wakil Ketua TP2DD di seluruh wilayah di Provinsi Bali, termasuk Kabupaten Klungkung.

KPw BI Provinsi Bali, ujar Erwin Soeriadimadja, berupaya untuk bersinergi dengan Pemkab Klungkung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui transformasi digital salah satunya dengan pelaksanaan high level meeting (HLM). Berdasarkan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) semester II 2023, kondisi Indeks ETPD Provinsi Bali secara keseluruhan sudah masuk kategori digital.

Khusus Klungkung berada dalam kategori digital dengan indeks sebesar 95,4%, yang meningkat 0,7% dibandingkan semester sebelumnya. KPwBI Provinsi Bali sangat mengapresiasi Klungkung dengan pencapaiannya tersebut berkat kolaborasi yang baik di TP2DD Klungkung.

Pada pelaksanaan HLM P2DD Klungkung yang telah diselenggarakan pada Kamis, 16 Juli 2024, KPw BI Provinsi Bali mengapresiasi komitmen Pemkab Klungkung karena HLM dibuka langsung oleh Pj. Bupati Klungkung I Nyoman Jendrika selaku Ketua TP2DD Klungkung, dan dihadiri oleh Sekda Klungkung Anak Agung Lesmana, Direktur Bisnis BPD Bali I Nyoman Sumanaya, KPw BI Provinsi Bali Yusuf Wicaksono, kepala dinas dan badan perangkat daerah se-Kabupaten Klungkung.

Menurut Erwin Soeriadimadja, Klungkung memiliki potensi digitalisasi yang besar dilihat dari jumlah merchant QRIS pada Mei 2024 mencapai 17.300 merchant, atau tumbuh 31% (yoy). Pada Mei 2024, pertumbuhan volume QRIS yang mencapai 233% (yoy) dengan total volume transaksi selama 2024 adalah 2,57 juta transaksi. Dari sisi nominal transaksi QRIS tumbuh 351%, dengan total nominal transaksi selama 2024 adalah Rp 209 miliar.

Baca Juga  Triwulan II 2025, Perekonomian Bali Tumbuh Tinggi 5,95 Persen

Klungkung memiliki ruang peningkatan dari segi daya saing, yang dapat ditingkatkan dengan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas SDM berkemampuan digital, mendorong pengeluaran rumah tangga untuk teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) serta meningkatkan inklusi keuangan dan penggunaan e-wallet.

Selain itu, untuk mendukung elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, KPw BI Provinsi Bali mendorong implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) secara rutin untuk belanja daerah serta mendorong pelaksanaan Nusa Lembongan road to Digital Island, melalui fasilitasi kerja sama dengan seluruh Perangkat Daerah di Klungkung dan BPD Bali.

Hal sama disampaikan Pj. Bupati Klungkung. Sebagai upaya mendukung ETPD, perluasan digitalisasi tidak cukup diperluas hanya layanan masyarakat tetapi perlu diperluas hingga mencakup ke wisatawan mancanegara. Ke depan tidak hanya ke pajak dan retribusi saja, tetapi juga kanal implementasi non tunai harus ada di sektor UMKM dan perdagangan baik yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Selain itu, digitalisasi pelayanan publik akan meningkatkan aksebilitas, efisiensi dan efektivitas layanan publik, transparansi dan akuntabilitas layanan publik, yang pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan masyarakat.

KPw BI Provinsi Bali berharap agar sinergi dan penajaman langkah TP2DD sebagaimana yang telah dilakukan di setiap kabupaten/kota perlu diperkuat, karena setiap kabupaten/kota memiliki keunggulan dan karakteristik masing-masing untuk mendorong ETPD yang mendukung Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). (sar)