bvn/sar
KETERANGAN PERS – Paslon Wayan Suyasa dan Alit Yandinata didampingi Tim Pemenangan dan perwakilan partai pengusung memberikan keterangan pers setelah pendaftaran di KPU Badung dinyatakan benar dan lengkap, Kamis (29/8/2024).
MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –
Usai proses pendaftaran di KPU Kabupaten Badung, Kamis (29/8/2024), bakal calon Bupati Suyasa menyatakan, proses pendaftaran berjalan lancar dan KPU menyatakan hasilnya lengkap. Pada kesempatan ini, Paslon Wayan Suyasa dan Alit Yandinata bersama partai politik pendukung memberikan apresiasinya.
Suyasa pun pun menyatakan siap mengikuti tahapan berikutnya seperti pemeriksaan kesehatan sampai penetapan pasangan bakal calon. Dia pun menyatakan komitmen untuk menjaga Badung ini tetap tenteram dan memberikan pembelajaran proses demokrasi untuk memilih fihgur-figur cerdas sesuai hati nurani.
Ditanya mengenai target kemenangan, Suyasa menyatakan, pada intinya sesuai aturan perudang-undangan 50 persen plus satu, itu menang. Dalam perhelatan head to head, pihaknya berkoalisi dengan partai politik dan terakhir berkoalisi dengan krama Badung. Dia pun mengaku tidak menetapkan target, namun yang pasti pasangan Suyadinata menang.
Strategi yang akan dilakukan untuk menarik simpati masyarakat untuk memilih paslon Suyadinata ini, Suyasa menyatakan, Badung adalah mutiaranya Bali. Pandapatan asli daerah Badung berasal dari sektor pariwisata. Karena itu, mutiara ini harus dijaga karena PAD Badung mencapai Rp 8,5 triliun sementara APBD-nya mencapai Rp 10,4 triliun. Dengan anggaran yang begitu besar, pihaknya membuat program sesuai kebutuhan masyarakat Badung dan dia pastikan menjadikan masyarakat Badung Sejahtera, Bahagia dan Merata.
Dia menilai, saat ini pemerataan ini yang belum terjadi. Untuk itu, dia pun bersama partai pengusung akan mengejawantahkan visi misinya. “Inilah yang menjadi pedoman kami jika diberi kepercayaan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Badung 2024-2029. Kami akan memberikan skala prioritas kepada masyarakat Badung,” katanya sembari yakin masyarakat Badung akan memilih figur yang lebih baik di antara figur yang baik-baik.
Soal program, Suyasa menyatakan, akan menyempurnakan program-program yang belum sempurna. Dia memastikan, bansos hibah bukan merupakan inovasi. Itu adalah kewajiban pemerintah siapa pun yang menjabat dan menjadi bagian dari tanggung jawab moral. Sementara untuk Suyadinata dipastikan akan membuat program inovasi yang dibutuhkan masyarakat.
Menurutnya, Bali ini merupakan daerah apriwisata dan Badung khususnya 87 persen pendapatannya dari sektor pariwisata yang bersumber dari seni dan budaya. Khusus di Badung ada banjar adat yang berfungsi untuk menyelenggarakan Pitra Yadnya bersama atau manusa yadnya. Dengan APBD yang lebih besar, pihaknya akan memberikan reward kepada krama Badung dengan Rp 1 miliar per banjar adat setahun. “Ini bukan untuk memanjakan tetapi mengapresiasi masyatrakat secara menyeluruh dan merata dalam melakukan suatu yadnya dengan dasar ketulusan,” ungkapnya.
Program lain masalah pendidikan. Saat ini cari sekolah saja repotnya bukan main. Dengan APBD besar ini, concern kita di pendidikan. Kita akan menggratiskan pendidikan. Kewajiban undang-undang juga 12 tahun itu adalah kewajiban pemerintah, berarti sampai SMA. Pihaknya akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah swasta yang sudah memiliki yayasan. Tapi kalau tidak, dia akan menjalankan apa yang disampaikan Pak Jokowi. APBD bisa digunakan untuk yang lebih penting seperti sektor pendidikan dan rumah sakit. Satu lagi dia tetap memberi penghargaan bagi umat Hindu terlepas dari keberagaman berupa pemberian daging babi kepada masyarakat Hindu saat Penampahan Galungan.
Saat dikatakan Suyasa terkesan memperoleh jodoh mendadak dengan Putu Alit Yandinata setelah mundurnya Wayan Disel Astawa dari paket Wasudewa, Wayan Suyasa menyatakan, itulah politik, setiap saat bisa berubah. Pertama dia mengaku menghormati partai yang ada. Bagaimana pun partai politik secara UU harus melaksanakan suatu hajatan demokrasi. Sekarang ini akan dilantik Presiden Prabowo dan Wakilnya Pak Gibran pada Oktober ini. “Jelas kami sebagai calon bupati harus linier dengan pemerintah pusat untuk bisa memperoleh hak-hak apa yang ada di APBN untuk memajukan masyarakat Badung. kami wajib berdekatan dengan Partai Gerindra,” katanya.
Dia pun mengaku sudah ada chemistry dengan Pak Disel Astawa tetapi karena faktor keluarga, Suyasa harus menghargai dan menghormatinya. Tentunya kehadiran Pak Alit Yandinata sangat baik dan tulus. Bagaimana pun Pak Alit calon kuat wakil bupati sebelumnya, tetapi karena tak mendapatkan kesempatan. Pemikiran-pemikiran cemerlangnya harus diimplementasikan di eksekutif. Maka Alit Yandinata berpikir dan selanjutnya memberi sinyal mendampinginya sebagai wakil bupati.
“Itu yang kami apresiasi, sampai harus mundur dari anggota DPRD Badung. Tentunya beliau sangat serius. Soal chemiustry sudah ada sejak dulu. Beliau adalah sahabat dan saudara terdekat kami sebagai wakil rakyat. Kekurangan kami bisa ditambal oleh kelebihan Pak Alit sehingga mampu memberikan yang terbaik bagi masyarakat Badung. Jika kami dipilih masyarakat, kami akan selalu searah dan seirama, tidak ada matahari di Badung. Kita adalah matahari bintang yang selalu cemerlang disesuaiakn dengan keadaan,” tegasnya. (sar)








































