bvn/sar
ANGKAT ISU SOSIAL – Pembuatan ogoh-ogoh yang mengangkat isu sosial oleh ST Cura Dharma di Banjar Serangan Mengwi, Badung.
MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –
Pemkab Badung melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar Sidak Banjar. Selain untuk melihat dari dekat potensi-potensi yang ada di tiap banjar, kegiatan ini dilaksanakan lebih mengkhusus terhadap kreativitas pembuatan ogoh-ogoh yang dilakukan oleh setiap sekeha teruna (ST) yang ada di tiap-tiap banjar. Pembuatan ogoh-ogoh jelang Hari Raya Nyepi ini menggunakan dana kreativitas yang digelontor Pemkab Badung masing-masing senilai Rp 25 juta.
Pada Selasa malam, 24 Februari 2025, sidak banjar digelar di Banjar Serangan, Desa Adat Mengwi, Kabupaten Badung. Hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta. Hadir juga Ketua ST Cura Dharma Kadek Nesta Praditya bersama anggota, serta Kelian Adat Banjar Serangan Gusti Ngurah Made Artawa dan Kelian Dinas Banjar Serangan Made Ngurah Budiarta bersama anggota banjar lainnya.
Ditanya mengenai Sidak Banjar ini, Ketua ST Cura Dharma Kadek Nesta Praditya mengatakan memiliki target melihat kreativitas khususnya pembuatan ogoh-ogoh yang ada di Badung. Di sini ada enam kategori, dan kebetulan ST Cura Dharma mendapatkan kategori sosial dengan tema ogoh-ogoh celuluk dan mengangkat tentang isu-isu sosial. Dalam beberapa tahun ke belakang, pihaknya rutin membuat ogoh-ogoh yang mengangkat isu-isu sosial yang terjadi belakangan ini.

Salah satu isu sosial yang diangkat.
Selanjutnya, pihak Pemkab Badung akan turun untuk mengevaluasi ogoh-ogoh yang dibuat, apakah sudah sesuai dengan tema yang didapat yaitu isu sosial. Dia pun mengaku spesifik mengangkat isu sosial tentang hukum. Belakangan ini, penerapan hukum di masyarakat dinilai kurang memihak kepada rakyat khususnya rakyat kecil. Temanya tentang hukum dan ogoh-ogoh yang dibuat akan merefleksikan tentang kebebasan yang duduk di atas penderitaan rakyat.
Ditanya mengenai persyaratan pembuatan ogoh-ogoh, apakah wajib menggunakan bahan organik dan sebagainya, Kadek Nesta Praditya menampiknya karena pihaknya mendapatkan kategori isu sosial. Jadi bahan-bahan dan semacamnya tidak ada dipersyaratkan. Demikian juga pihaknya tidak mengikuti lomba tetapi hanya menampilkan isu-isu sosial.
Kelian Banjar Adat Serangan Gusti Ngurah Made Artawa mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan sekeha teruna di banjarnya. ST sudah bahu membahu untuk menampilkan ciri khas mengangkat isu sosial. Pihaknya pun memberikan support kepada ST seperti tambahan dana yang diperlukan sehingga kegiatannya bisa berjalan lancar. (sar/kombad)








































