Beranda Berita Utama Aduh, Makanan Kandung Rhodamin B Ditemukan di Stand Kuliner PKB

Aduh, Makanan Kandung Rhodamin B Ditemukan di Stand Kuliner PKB

ist

SAMPLING – Uji sampling dilakukan BBPOM di Denpasar terhadap stand kuliner di PKB ke-41, Senin (24/6) kemarin.

 

DENPASAR (BALIVIRAL NEWS) –
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar melakukan pengawasan terhadap kuliner yang dijajakan di Stand Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 Senin (24/6) kemarin. Dari pengawasan tersebut, ternyata ditemukan makanan yang mengandung rhodamin B pada jenis bijik mutiara berwarna merah muda yang dimiliki pedagang es campur.
Kepala BBPOM di Denpasar Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt, mengatakan, pihaknya melakukan uji sampling terhadap 20 jenis makanan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya, seperti borak, rhodamin b, formalin dan metanil yellow. Beberapa sampel makanan yang dilakukan pengujian seperti, sate ikan, bijik mutiara merah muda, bakso, sosis, rumput laut dan sebagainya. “Dari 20 uji sampling, kami temukan makanan  yang mengandung rhodamin b yaitu pada jenis bijik mutiara berwarna pink (merah muda),” ujarnya.
Lebih lanjut Adhi Aryapatni menjelaskan, berdasarkan pengakuan pedagang, bijik mutiara yang dijual tersebut didapatkan di pasar tradisional, sehingga tindak lanjut dari BBPOM adalah melakukan penelusuran ke pasar tradisioal dan berlanjut ke produsen. Terhadap pedagang yang bersangkutan, untuk sementara diberikan peringatan untuk tidak menjual kembali jenis makanan yang berbahaya bagi tubuh manusia tersebut.
Diakuinya, kejadian seperti ini menjadi sebuah pelajaran yang kedepannya akan diadakan sosialisasi dari awal kepada pedagang. “Kita jadikan ini sebagai pengalaman, yang kedepannya akan kami lakukan sosialisasi serta pengarahan kepada pedagang terlebih dahulu,” imbuh Aryapatni.
Terkait dengan keberadaan rhodamin b, pihaknya mengatakan, hingga saat ini juga telah melakukan berbagai pengawasan hingga ke tahap distributor rodhamin b kemasan eceran yang berada di daerah Klungkung, Tabanan hingga Denpasar. Terhadap pengawasan tersebut, pihaknya telah melakukan penyitaan terhadap produk untuk meminimalisir peredaran di pasaran.
Edited by Wes Arimbawa
Baca Juga  LPPM Unud Gelar Penyamaan Persepsi bagi para "Reviewer" Penelitian dan Pengabdian
Hosting Indonesia