bvn/hmpln
TRAINING SERIES – Peserta mengikuti Meta Ads Training Series #01: From Zero to One di Rumah BUMN Denpasar. Pelatihan yang diselenggarakan melalui program TJSL PLN ini membekali UMKM binaan dengan keterampilan pemasaran digital melalui Facebook dan Instagram Ads untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing usaha.
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Di balik setiap produk lokal yang berhasil menembus pasar lebih luas, selalu ada proses panjang yang jarang terlihat. Mulai dari memperbaiki kualitas produk, mengurus legalitas usaha, membangun identitas merek, hingga mempelajari cara memasarkan produk di tengah persaingan yang semakin digital. Bagi banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perjalanan tersebut sering kali menjadi tantangan terbesar dalam mengembangkan usahanya.
Berangkat dari kebutuhan itu, PLN UID Bali melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terus memperkuat peran Rumah BUMN Denpasar sebagai pusat pemberdayaan dan pengembangan UMKM. Tidak hanya menjadi tempat belajar, Rumah BUMN berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mendampingi pelaku usaha agar mampu tumbuh secara mandiri, adaptif terhadap perubahan, dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
Program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, PLN mendorong lahirnya pelaku usaha yang tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, memperluas pasar, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Sejak berdiri pada tahun 2017, Rumah BUMN Denpasar telah mendampingi lebih dari 1.191 UMKM dari berbagai sektor usaha, mulai dari kuliner, fesyen, kerajinan, hingga produk kreatif berbasis budaya Bali. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan, konsultasi bisnis, fasilitasi promosi, penguatan jejaring usaha, hingga peningkatan kompetensi digital.
Komitmen tersebut terus menunjukkan hasil. Sepanjang Semester I 2026, Rumah BUMN Denpasar berhasil menjaring 35 UMKM baru sehingga semakin banyak pelaku usaha memperoleh akses pembinaan. Sebanyak 25 program pelatihan dan pendampingan juga diselenggarakan untuk memperkuat kapasitas UMKM, mulai dari pengembangan produk, pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, hingga transformasi digital.
Yang lebih penting, pembinaan tersebut menghasilkan perubahan nyata. Delapan UMKM binaan berhasil naik kelas, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya hanya mencapai 4 UMKM. Naik kelas tidak hanya dimaknai sebagai meningkatnya omzet, tetapi juga sebagai transformasi usaha yang lebih menyeluruh, ditandai dengan semakin profesionalnya tata kelola bisnis, semakin luasnya akses pasar, meningkatnya pemanfaatan platform digital, hingga bertambahnya kapasitas produksi dan peluang kerja yang diciptakan.
Salah satu kisah datang dari UMKM Maira Singaraja. Sebelum bergabung dengan Rumah BUMN, pemasaran produknya masih mengandalkan pelanggan di sekitar tempat usaha. Melalui pendampingan yang diterima, mulai dari penguatan identitas merek, pemasaran digital hingga strategi promosi melalui media sosial, produknya kini mampu menjangkau konsumen di luar Bali.
“Sebelumnya kami hanya mengandalkan penjualan secara langsung. Setelah mengikuti pendampingan Rumah BUMN, kami belajar membangun branding, memanfaatkan media sosial, hingga menjalankan promosi digital. Dampaknya, pelanggan kami semakin luas dan omzet usaha meningkat sekitar 60 persen dibandingkan sebelumnya,” ujar Made Liyadi.
Selain pendampingan, Rumah BUMN Denpasar juga membuka peluang pasar melalui 10 partisipasi pameran dan bazar, merekomendasikan empat UMKM untuk memperoleh akses pembiayaan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK), serta mengaktifkan ruang kolaborasi melalui kegiatan coworking space dan program UMKM Muda. Berbagai inisiatif tersebut dirancang untuk membangun ekosistem usaha yang saling mendukung dan berkelanjutan.
General Manager PLN UID Bali Ajrun Karim mengatakan, pemberdayaan UMKM merupakan investasi sosial jangka panjang yang memberikan manfaat tidak hanya bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi masyarakat luas.
“Rumah BUMN hadir bukan sekadar menyelenggarakan pelatihan, melainkan membangun kepercayaan diri dan kapasitas pelaku usaha agar mampu berkembang secara mandiri. Kami ingin setiap UMKM binaan memiliki kesempatan yang sama untuk memperluas pasar, memanfaatkan teknologi digital, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Inilah wujud komitmen TJSL PLN dalam menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Ajrun.
Memasuki Semester II 2026, PLN akan terus memperkuat transformasi UMKM melalui berbagai program peningkatan kapasitas. Salah satunya adalah Meta Ads Training Series #01: From Zero to One, yang membekali pelaku usaha dengan kemampuan memanfaatkan Facebook dan Instagram Ads sebagai strategi pemasaran yang lebih efektif dan terukur.
Bagi PLN, keberhasilan Rumah BUMN tidak hanya diukur dari banyaknya pelatihan yang terlaksana atau jumlah UMKM yang bergabung. Lebih dari itu, keberhasilannya tercermin dari semakin banyak pelaku usaha yang mampu tumbuh menjadi lebih tangguh, memperluas usahanya, membuka peluang kerja, serta berkontribusi terhadap penguatan ekonomi kerakyatan di Bali. (sar/hmpln)








































