Beranda Bali News Bahas Topik Budi Pekerti, Bunda Putri “Bius” Ratusan Peserta Milenial

Bahas Topik Budi Pekerti, Bunda Putri “Bius” Ratusan Peserta Milenial

sar

BUDI PEKERTI – Ny. Putri Suastini Koster pada seminar nasional dengan topik Budi Pekerti Generasi Milenial yang diikuti dari kediaman gedung Jaya Sabha Denpasar, Jumat (27/11/2020).

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putu Putri Suastini Koster yang akrab disapa Bunda Putri, Jumat (27/11/2020) menjadi narasumber tunggal Seminar Nasional Budi Pekerti Generasi Milenial. Seminar nasional yang digelar secara zoom meeting ini mampu membius ratusan peserta yang tak beranjak dari tempat duduknya hingga acara usai.

Bunda Putri tak hanya memberikan pemaparan soal budi pekerti. Lebih jauh Bunda Putri berupaya memberi kesempatan kepada kaum milenial untuk bicara soal budi pekerti. Komunikasi dua arah dan contoh-contoh kekinian ini menjadikan seminar ini menarik dan hingga acara usai tak satu pun peserta yang meninggalkan seminar.

Pada seminar yang digelar Undiksha Singaraja ini, Bunda Putri yang juga Ketua Dekranasda Bali ini memulai dengan mengutip Presiden Joko Widodo yang melontarkan gagasan revolusi mental untuk membangun bangsa ini. Ini karena Presiden khawatir melihat akhlak generasi muda akan tergerus.

Menurut penggagas Festival Seni Bali Jani (FSBJ) ini, budi pekerti terdiri atas dua kata budi dan pekerti. Budi lebih kepada kekuatan di dalam diri, sementara pekerti merupakan aktualisasi.

Selama ini, tegas ibu dua putri tersebut, budi pekerti dikaitkan dengan moral, etika dan sopan santun. Jika kita yang beragama melanggar ajaran agama, katanya, penilaian moralnya akan buruk. Bunda Putri mencontohkan terjadinya pelecehan seksual dan pencurian hasil-hasil karya orang. “Ini jelas merupakan kurang baiknya moral seseorang,” tegasnya.

Sementara etika, ujar pendampingi orang nomor satu di Bali ini, terkait aturan dalam bermasyarakat. Bunda mencontohkan soal antre beli tiket. Ketika ada yang nyerobot masuk antrean, ini jelas bagian dari etika yang kurang baik.

Baca Juga  Putu Dendy Astra Wijaya Apresiasi Program Bupati Dalam Penguatan Parahyangan dan Kesejahteraan "Krama"

Masih terkait etika, menurut Bunda Putri, tidaklah berlaku universal. Dicontohkan, orang sesudah makan di Bali dinilai wajar bersendawa atau ngobrol saat makan. Namun di luar negeri seperti Jepang, hal ini dianggap sangat tidak sopan. Kepintaran pun harus diikuti dengan rendah hati. Jika tidak tentu saja ini menunjukkan sebuah kesombongan.

Ibarat sebuah bangunan, ujarnya, dasarnya harus kokoh. Generasi muda akan kuat jika punya dasar kokoh yakni etika dan budi pekerti yang luhur. Generasi muda tak boleh goyah harus berkarakter dan punya loyalitas. Hal ini karena generasi muda merupakan aset berharga bangsa.

Dengan tidak goyah, apa pun godaan yang datang seperti narkoba, pergaulan bebas HIV/AIDS, kenakalan remaja, generasi muda tetap kokoh. Jika tidak, generasi muda sudah diintip kaum kolonial yang seperti singa siap menyergap mangsanya. Ketidakgoyahan generasi muda terhadap segala godaan tentu saja karena adanya kesadaran berperilaku yang baik dan berbudi pekerti yang luhur.

Bunda Putri yakin dengan catur guru dalam Hindu yakni guru rupaka, guru pengajian, guru wisesa dan guru swadiaya akan lebih memunculkan kesadaran menjunjung etika dan moral dengan baik. Secara sederhana, seorang ibu berharap anak-anaknya baik dan berguna bagi orangtua, masyarakat dan negara. Baik sesuai dengan aturan dan agama dengan jalan menjaga pikiran, perbuatan dan perkataan.

Dua sesi tanya jawab pun dibuka. Peserta sangat antusias bertanya dan memberikan tanggapan. Ada yang menanyakan kiat terbebas dari hal-hal negatif, manusia membawa sifat buruk sejak lahir, pejabat terjerat KPK karena melakukan tindak korupsi, berbuat curang hanya untuk menyenangkan orangtua karena ingin anaknya dapat nilai baik, budaya luar yang masuk ke Bali, hingga cemooh orang ketika kaum milenial mempelajari seni tradisi seperti mekidung atau wargasari.

Baca Juga  Industri Jasa Keuangan Bali Catatkan Kinerja Solid dan Terjaga Stabil

Semua dijawab dengan gamblang oleh Bunda Putri disertai dengan contoh-contoh kekinian. Salah satu peserta pun menyatakan sangat luar biasa pengetahuan yang diperoleh dari Bunda Putri. Seminar ditutup dengan pemutaran video penampilan Bunda Putri saat membacakan sebuah puisi “Sumpah Kumbakarna” di Ardha Candra Denpasar.

Editor N. Sarmawa