bvn/hmbad
PITRA YADNYA – Bupati Nyoman Giri Prasta saat menghadiri upacara Pitra Yadnya (Nyuasta Geni) Ngaben dan Nyekah Kinambulan di Banjar Adat Pandan, Desa Adat Selulung, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Jumat (2/9).
MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, hadir di tengah-tengah Krama Banjar Adat Pandan, Desa Adat Selulung, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli saat menggelar upacara Pitra Yadnya (Nyuasta Geni) Ngaben dan Nyekah Kinambulan, yang rutin dilaksanakan setiap 5 tahun sekali secara bersama-sama, Jumat (2/9). Pada kesempatan tersebut sebagai bentuk dukungan untuk upacara, Bupati Nyoman Giri Prasta secara pribadi memberi bantuan dana Rp 25 juta.
“Dalam pelaksanaan upacara Pitra Yadnya nyekah Kinambulan yang dilaksanakan lima tahun sekali ini yang dapat dibilang Agate, Watemana, Anegata yang dalam istilah biasa dibilang ane pidan (dahulu), ane jani (sekarang), ane lakar teka (yang akan datang). Yang dahulu bagus dilestarikan yang jelek dibuang, yang sekarang bahagia, yang akan datang sempurna,” ujar Giri Prasta saat memberikan sambutan.
Pihaknya juga mengajak semeton semua untuk selalu berlandaskan Tri Hita Karana, Tiga Penyebab Terciptanya Kesejahteraan, yang pada intinya mengajarkan tentang keseimbangan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungannya. Ketiga keseimbangan tersebut merupakan penyebab terjadinya kebahagiaan, dan juga semua harus selalu berpedoman dengan ajaran agama Hindu berlandaskan Dharmaning Leluhur, Dharmaning Agama dan Dharmaning Negara. “Secara pribadi saya memberikan apresiasi dan dukungan atas semangat persatuan yang telah ditunjukkan krama Desa Adat Selulung untuk melaksanakan yadnya bersama-sama sebagai wujud dharmaning leluhur,” imbuhnya.
Manggala Karya I Wayan Dirka, mengungkapkan, krama Desa Adat Selulung melaksanakan upacara Pitra Yadnya (Nyuasta Geni) Ngaben lan Nyekah Massal di Banjar Adat Pandan, Desa Adat Selulung dan di puput Ida Pedanda Made Bukit dari Griya Tiyingtali Jagaraga. Pitra yadnya ngaben masal yang dilaksanakan ini diikuti 37 sawa, Ngelungah 50, Mepetik 89 orang, mepandes/Potong Gigi 89 orang. Jumlah peserta terdiri atas 12 dadia dari 3 banjar yaitu Banjar Pandan dengan jumlah 90 KK, Banjar Pangkung 120 KK, dan terakhir Banjar Tiangan 70 KK. (dev/hmbad)








































