Beranda Another Region News Cegah Kebakaran, PLN UP2D Bali dan Diskarmat Denpasar Perkuat Kesiapsiagaan demi Layanan...

Cegah Kebakaran, PLN UP2D Bali dan Diskarmat Denpasar Perkuat Kesiapsiagaan demi Layanan Listrik yang Aman

bvn/hmpln

CEGAH KEBAKARAN – Tim PLN berkesempatan berfoto bersama dengan Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Dunia Usaha Diskarmat Kota Denpasat Ni Luh Gede Sunarti (paling kanan) usai sharing season pencegahan kebakaran.

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Keselamatan fasilitas kelistrikan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan layanan listrik kepada masyarakat. Untuk memperkuat mitigasi risiko kebakaran, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali bersinergi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Kota Denpasar melalui sharing session pencegahan dan penanggulangan kebakaran, Rabu (12/8).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Diskarmat Kota Denpasar tersebut menghadirkan Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Dunia Usaha Diskarmat Kota Denpasar Ni Luh Gede Sunarti. Pembahasan meliputi evaluasi sistem proteksi kebakaran, akses kendaraan pemadam, pengenalan potensi bahaya, hingga rencana simulasi keadaan darurat di Kantor PLN UP2D Bali.

Manager PLN UP2D Bali Petrus Irwan Ichwansaputra mengatakan, mitigasi kebakaran tidak hanya bertujuan melindungi personel dan aset, tetapi juga mendukung keberlangsungan pengaturan sistem distribusi listrik yang melayani masyarakat Bali.
“Keselamatan menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan operasional. Kami ingin memastikan risiko dapat dikenali dan dicegah sedini mungkin serta seluruh personel siap menghadapi keadaan darurat. Sinergi bersama Diskarmat ini menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan sekaligus kontinuitas pelayanan listrik kepada masyarakat,” ujar Petrus.

Dalam diskusi, Diskarmat Denpasar menyampaikan layanan pemadam kebakaran dapat dihubungi selama 24 jam melalui (0361) 480066 atau call center (0361) 223333, dengan waktu tanggap petugas sekitar sembilan menit.

Saat ini terdapat empat pos Diskarmat di Kota Denpasar, yakni Pos Induk Jalan Imam Bonjol, Pos 1 kawasan Renon, Pos 2 kawasan Merpati di Jalan Mahendradatta, dan Pos 3 Terminal Ubung. Dua pos tambahan juga dalam proses pengembangan di wilayah Serangan dan Sekar Tanjung. Pos Induk dan Pos 1 menjadi dua lokasi terdekat dari Kantor PLN UP2D Bali.

Baca Juga  Dari Tangan Wayan Koster, Guru dan Dosen Sejahtera

Ni Luh Gede Sunarti menekankan, simulasi penanggulangan kebakaran perlu disesuaikan dengan kondisi aktual setiap lokasi. Survei dan pengenalan lingkungan menjadi tahapan penting agar akses kendaraan, karakteristik bangunan, serta skenario pemadaman dapat diuji secara realistis.

“Pencegahan dimulai dengan mengenali potensi bahaya. Sebelum simulasi dilakukan, perlu ada survei dan pengenalan lingkungan sehingga skenario yang disiapkan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Dengan latihan yang tepat, penghuni gedung maupun petugas akan lebih siap ketika menghadapi keadaan darurat,” ujar Sunarti.

Diskarmat Denpasar juga membuka peluang kolaborasi untuk melakukan inspeksi sistem proteksi kebakaran (fire protection system) di fasilitas PLN. Hasil pemeriksaan nantinya dapat menjadi dasar rekomendasi perbaikan maupun penguatan sistem keselamatan.

APAR dan Tikus

Sesi tersebut turut mengungkap sejumlah fakta sederhana yang relevan bagi masyarakat. Salah satunya, APAR jenis serbuk kimia kering (dry chemical powder) perlu dirawat secara berkala. Dalam sesi edukasi disampaikan, tabung perlu dibolak-balik sekitar dua bulan sekali untuk membantu mencegah serbuk di dalamnya menggumpal atau memadat.

Risiko kebakaran juga dapat datang dari hal yang tidak terduga. Tikus yang menggigit kabel listrik dapat merusak lapisan pelindung kabel, meningkatkan risiko gangguan listrik dan panas berlebih yang pada kondisi tertentu dapat menjadi pemicu kebakaran. Karena itu, pengendalian hama turut menjadi bagian dari upaya pencegahan.

PLN UP2D Bali selanjutnya mendorong tindak lanjut berupa inspeksi sistem proteksi, survei akses kendaraan pemadam, penguatan pengendalian hama, serta penyusunan simulasi keadaan darurat bersama Diskarmat Denpasar.

Melalui sinergi tersebut, PLN UP2D Bali berupaya memastikan fasilitas operasional tetap aman dan siap menghadapi kondisi darurat. Sebab, menjaga listrik tetap andal tidak hanya dilakukan melalui penguatan jaringan, tetapi juga dengan memastikan fasilitas dan personel yang mengoperasikannya terlindungi dari risiko kebakaran. (sar/hmpln)