bvn/sar
LOKA SABHA V – Ketua Umum Maha Semaya Warga Pande Provinsi Bali/Pusat I Nyoman Wahyu Suteja didampingi Nyoman Satria membuka secara resmi Loka Sabha V di DPRD Badung, Sabtu (8/4/2023).
MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –
Maha Semaya Warga Pande Kabupaten Badung, Sabtu (8/4/2023) menggelar Loka Sabha V di lantai III gedung DPRD Badung. Selain membahas program kerja, Loka Sabha V juga memilih pengurus baru.
Hadir pada acara tersebut Penasihat Maha Semaya Warga Pande Kabupaten Badung I Nyoman Satria, Sekretaris Luh Kadek Suastiari, Ketua Panitia Loka Sabha V Gede Putu Sukarwo, serta Ketua Umum Maha Semaya Provinsi Bali/Pusat Nyoman Wahyu Suteja. Acara juga dihadiri perwakilan Maha Semaya Kabupaten/Kota se-Bali serta ratusan warga Pande Kabupaten Badung.
Saat membuka Loka Sabha V, Ketua Umum Maha Semaya Warga Pande Provinsi Bali Nyoman Wahyu Suteja mengatakan, Maha Semaya Warga Pande ini berasal dari bawah. Dimulai dari dadia atau panti, kemudian pengurus kecamatan, pengurus kabupaten, baru pengurus Provinsi Bali atau pengurus pusat.
Tujuan Maha Semaya Warga Pande, ujarnya, ada tiga yaitu ngerumaketang pasemetonan (mempererat persaudaraan), organisasi bisa berjalan dengan tertib, dan memberi manfaat bagi semeton semua. Setelah menyampaikan amanatnya, Ketua Umum Maha Semaya Warga Pande Provinsi Bali membuka secara resmi Loka Sabha V Maha Semaya Warga Pande Kabupaten Badung. Peresmian ini ditandai dengan pemukulan gong.
Di sela-sela loka sabha V, Penasihat Maha Semaya Warga Pande Kabupaten Badung I Nyoman Satria didampingi Sekretaris Luh Kadek Suastiari menegaskan, pada hari ini, Sabtu (8/4/2023) Maha Semaya Warga Pande Kabupaten Badung melaksanakan Loka Sabha V. Kegiatan ini dilaksanakan setiap 5 tahun sekali. “Seharusnya digelar 2 tahun yang lalu. Tetapi karena musibah covid-19, kegiatan ini baru bisa dilaksanakan tahun 2023 ini,” tegas Wakil Ketua Bapemperda DPRD Badung tersebut.

Nyoman Satria dan kadek Suastiari.
Pada Loka Sabha V ini, akan dipilih pengurus harian Maha Semaya Warga Pande Kabupaten Badung yang terdiri atas ketua, sekretaris dan bendahara, serta beberapa bidang. Tujuannya adalah untuk melanjutkan program-program kerja dari pengurus Maha Semaya Warga Pande sebelumnya. Ini tentu saja ditambah petunjuk-petunjuk teknis dari Maha Semaya Warga Pande Provinsi Bali.
Ada beberapa usulan atau masukan dari Badung akan dibawa ke mahasabha atau rapat kerja pesamuan agung di Provinsi Bali. “Jadi hasil-hasil rapat kami nanti atau hasil rapat kerja loka sabha nanti akan kami laporkan di pesamuan agung Maha Semaya Warga Pande Provinsi Bali,” ujar politisi PDI Perjuangan Dapil Mengwi tersebut.
Beberapa usulan di antaranya pembentukan Pasikian Srati Banten. Usulan ini karena di Provinsi belum ada. Pasikian lain yang sudah ada di antaranya Pasikian Pandita, Pasikian Ki Barak (Pecalang), Pasikian Warga Istri, Pasikian Yowana Paramartha. Mungkin akan ditambah lagi beberapa pasikian. Itulah Loka Sabha V akan dilaksanakan sebisa mungkin, secepat mungkin, dan setuntas mungkin.
Program kerja lainnya, ujar anggota Komisi III DPRD Badung tersebut, ada Nyekah Masal, Memukur Masal, Metatah, Metelubulanan dan Sapuh Leger. Khusus Sapuh Leger akan dilaksanakan 29 April, sedangkan Nyekah Masal dan seterusnya akan diadakan bulan Juli. Puncaknya 18 Juli 2023.
Semua program ini, tegasnya, digelar secara gratis, tanpa dipungut biaya. Pendanaan ini sudah dibantu oleh Pemerintah Kabupaten Badung. Ditanya jumlah warga Pande di Kabupaten Badung, Satria menyatakan, akan ada pendataan dan penataan kembali. Di dalam program ini ada 53 dadia/paibon, panti/kawitan. “Jumlah ini tentu lumayan,” katanya.
Program kerja lainnya, tegas Nyoman Satria, membuat standardisasi banten. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada perbedaan antara kabupaten lain dan Kabupaten Badung. Tujuannya agar banten di semua kabupaten/kota Semeton Pande agar standar. “Maha Semaya Warga Pande Provinsi Bali akan membuat kesepakatan tersebut,” katanya. (sar)








































