Beranda Another Region News DPRD Bali Gelar Rakor Pengamanan dan Ketertiban Jelang Hari Raya Nyepi dan...

DPRD Bali Gelar Rakor Pengamanan dan Ketertiban Jelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri

bvn/r

RAPAT KOORDINASI – Suasana rapat koordinasi pengamanan dan ketertiban menjelang Hari Raya Nyepi dan Iduol Fitri di DPRD Bali, Kamis (12/3/2026).

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

DPRD Provinsi Bali, Kamis (12/3/2026) menggelar rapat koordinasi Pengamanan dan Ketertiban Masyarakat Menjelang Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri yang berlangsung di gedung DPRD Bali. Rakor tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Komang Nova Sewi Putra dan dihadiri oleh sejumlah anggota DPRD Bali lainnya, tokoh agama serta tokoh masyarakat lainnya.

Usai rakor, Wakil Ketua DPRD Bali I Komang Nova Sewi Putra menekankan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama di tengah adanya potensi pertemuan dua momentum besar keagamaan di Bali, yakni Hari Raya Nyepi dan rangkaian menyambut Idul Fitri.

Langkah ini diambil guna merespons berbagai saran yang masuk ke DPRD Bali, termasuk hasil koordinasi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Pemerintah Provinsi Bali. Fokus utamanya adalah memastikan keamanan, kenyamanan, serta kekhusyukan umat dalam menjalankan ibadah masing-masing.

Mengingat penetapan resmi Idul Fitri masih menunggu hasil sidang isbat, pihak legislatif menaruh perhatian pada antisipasi jika takbiran jatuh pada tanggal 19 (malam menjelang Nyepi).

Nova Sewi Putra berharap, umat Muslim yang melaksanakan takbiran dapat menyesuaikan pelaksanaannya guna menghormati kekhusyukan umat Hindu yang sedang melaksanakan rangkaian Nyepi.

“Harapan kami bagi umat Muslim yang melaksanakan takbiran, marilah kita bersama-sama takbiran di dalam rumah masing-masing. Harapan kami agar tidak mengganggu, karena walau bagaimanapun kita juga memikirkan masalah keamanan, kenyamanan, serta kekhusyukan umat Hindu dalam melaksanakan hari raya Nyepi,” ujarnya.

Pihaknya menyoroti kondisi pada saat pelaksanaan Nyepi yang dimulai pukul 06.00 hingga 09.00 (besoknya), dan suasana akan menjadi gelap total. Kondisi jalanan yang gelap menjadi alasan utama perlunya penegasan aturan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di ruang publik.

Baca Juga  Presiden Jokowi: Pers Lokomotif Kemajuan Bangsa

“Apalagi itu kan pada waktu yang sudah gelap. Kalau di jalan-jalan malam gelap, kita kan tidak tahu (risikonya). Maka harus ada penegasan di sana,” tambahnya.

DPRD Bali mengajak seluruh elemen masyarakat, baik umat Hindu maupun Muslim, untuk terus mengedepankan sikap saling menghormati yang selama ini telah menjadi ciri khas kerukunan agama di Bali.

“Harapan kami, kita sama-sama saling menghormati. Kami sangat menghormati kerukunan agama semua yang ada di Bali. Masalah ketertiban dan keamanan ini penting agar Hari Raya Nyepi dan Idulfitri ke depan benar-benar berjalan dengan aman, nyaman, dan seluruh rangkaian upacara berjalan dengan baik,” tutupnya. (sar/r)