ist
BMKG – Presscon BMKG yang dibuka langsung oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati bertempat di Kantor Balai Besar MKG Wilayah III, Jalan Raya Tuban, Kuta Badung pada, Senin (9/11/2020).
MANGUPURA (BALIVIRAL NEWS) –
BMKG Provinsi Bali adakan presscon terkait program SLCN (Sekolah Lapang Cuaca Nelayan) pada, Senin (9/11/2020).
Pertemuan yang dibuka langsung oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati bertempat di Kantor Balai Besar MKG Wilayah III, Jalan Raya Tuban, Kuta Badung. Adapun tujuan dari SLCN ini adalah untuk melakukan pengamatan dan diseminasi informasi cuaca dan iklim serta sebagai sarana edukasi dan informasi yang terkait dengan informasi cuaca kemaritiman.
Dwikorita mengatakan, SLCN ini telah berjalan selama empat tahun, yaitu mulai dari tahun 2016. Selain itu tujuan dari pembentukan SLCN adalah dikarenakan dampak dari perubahan iklim global, serta seringnya terjadi frekuensi kejadian dan intensitas cuaca ekstrem yang membahayakan kegiatan khususnya di Laut.
“Maka dari itu kita harus menjamin agar nelayan aman saat menangkap ikan dan kita juga akan menginformasikan dari prediksi ketinggian gelombang dan prediksi kecepatan arus, maka akan diketahui di zona mana ikan akan berkumpul,” ujarnya.
Nelayan dapat melakukan perencanaan langsung menunju ke tempat sasaran di lokasi kumpulan-kumpulan ikan diprediksi terdapat di situ. Dan dapat mengetahui kapan harus segera melayar dan kapan harus segera kembali.
“Jadi dari segi keamanan dengan menggunakan informasi cuaca dan iklim akan terjaga bahkan dari segi produktivitas juga akan semakin meningkat,” tambahnya.
Sementara, Eko Prasetyo selaku Kepala Pusat Metrologi Maritim BMKG menambahkan, untuk peserta yang mengikuti SLCN sebanyak 25 peserta disetiap provinsi. “Jumlah provinsi yang mengikuti SLCN ini sebanyak 20 Provinsi sehingga jumlah peserta keseluruhan di Indonesia sebanyak 500 peserta,” kata, Eko.
Ia juga berharap dari peserta nelayan yang mengikuti SLCN ini dapat menjadi agen penerus informasi yang dikeluarkan oleh BMKG baik cuaca ekstrem maupun cuaca-cuaca yang lain terkait dengan keselamatan nelayan. “Maka dari itu masyarakat nelayan harus mempu memahami informasi-informasi dari BMKG,” tandas, Eko.
Editor N. Sarmawa









































