bvn/r
RAT KE-10 KSS – Kabid KPK Dinas Koperasi dan UKM Kota Denpasar Made Parama Dyaksa berfoto bersama anggota KSS pada RAT ke-10 yang digelar di UNHI Denpasar, Minggu (16/2/2025).
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Koperasi Kertasari Sedana (KSS), Minggu (16/2/2025) menggelar rapat anggota tahunan (RAT) ke-10 tahun buku 2024 di Kampus UNHI Tembau Denpasar. Hadir pada RAT tersebut, Kadis Koperasi dan UKM Denpasar yang diwakili Kabid Kelembagaan dan Pemberdayaan Koperasi (KPK) Made Parama Dyaksa, ST, Ketua Pengurus KSS Ketut Serinama bersama pengurus lainnya, Ketua Dewan Pengawas Gusti Ngurah Puja bersama anggota lainnya, serta ratusan anggota KSS.
Ketua Pengurus KSS Ketut Serinama menyatakan, RAT kali ini merupakan RAT terakhir KSS berstatus koperasi serba usaha (KSU). “KSS sudah memilih close loop dan berstatus sebagai koperasi simpan pinjam (KSP). Untuk tahun 2025, KSS hanya fokus pada simpan pinjam,” tegasnya.
Dilaporkan, pada tahun buku 2024, KSS berhasil membukukan pendapatan hingga Rp 2,23 miliar yang diperoleh dari hasil bunga Rp 1,57 milir, admin pinjaman Rp 212,2 juta, provisi pinjaman Rp 72,9 juta, unit usaha toko Rp 278,9 juta, unit usaha garase Rp 9,15 juta, dan pendapatan lainnya Rp 93,5 juta. “Secara keseluruhan pendapatan mencapai Rp 2,23 miliar,” tegas Serinama.
Sementara untuk biaya pada tahun buku 2024, tegasnya, mencapai Rp 1,92 miliar. Biaya ini terdiri atas BPP Rp 259,4 juta, biaya bunga Rp 821,6 juta, biaya kantor Rp 318,2 juta, biaya pegawai Rp 364,8 juta, biaya penyusutan 39,6 juta, dan biaya umum Rp 119,2 juta. “Secara keseluruhan biaya yang dikeluarkan selama 2024 mencapai Rp 1,92 miliar,” ucapnya.

Hadiah utama saat RAT ke-10 KSS.
Dia juga menguraikan sisa hasil usaha (SHU) yang diperoleh KSS selama tahun 2024. Sebelum pajak, SHU mencapai Rp 316,8 juta. “Setelah dipotong pajak Rp 35,35 juta, SHU bersih yang diraih mencapai Rp 281,46 juta,” tegasnya.
Ketua Dewan Pengawas KSS Gusti Ngurah Puja menegaskan, sebagai badan pengawas pihaknya melakukan pengawasn rutin bulanan serta melakukan pleno 3 bulanan. “Dari hasil pengawasan, aset maupun pinjaman tumbuh secara baik bahkan mampu melebihi target,” tegas mantan Komisaris Utama PT Bank BPD Bali tersebut.
Terkait tingkat kesehatan KSS, ujar GN Puja, saat ini nonperforming loan (NPL) atau kredit bermasalah hanya 1,8 persen. Angka ini sangat kecil dari toleransi sekitar 5 persen dan dia pun memastikan tak ada penyelewengan sekecil apa pun di KSS. “Karena itu, KSS masuk kategori sehat dengan skor 81,85,” ujarnya sembari menambahkan, selain pengawasan internal KSS juga melibatkan akuntan publik dalam pemeriksaan keuangan.
Dalam RAT yang dipimpin Ketua Sidang Nyoman Sarmawa tersebut, laporan pertanggungjawaban Pengurus dan Dewan Pengawas KSS bisa diterima RAT, termasuk rencana kerja serta target usaha maupun target SHU yang dirancang pada 2025. Sejumlah anggota bahkan menyampaikan apresiasi terhadap kinerja pengurus maupun pengawas sehingga capaian KSS bisa melewati target.
Pada kesempatan itu, Ketua Sidang Nyoman Sarmawa juga menyampaikan draf anggaran dasar baru KSS. Draf anggaran dasar ini karena KSS nantinya sudah memastikan berstatus KSP tidak lagi KSU. “Karena itu, anggaran dasar menyesuaikan dengan status KSS sebagai KSP,” tegas Pemred Baliviralnews.com dan BaliviralnewsTV tersebut.
Setelah membacakan draf anggaran dasar, anggota pun secara kompak menyetujui perubahan anggaran dasar tersebut. Anggaran dasar yang baru terdiri atas sepuluh bab dan 28 pasal yang salah satunya mengatur soal alokasi SHU.
Pada sesi akhir, RAT diisi dengan pengundian door prize yang memperebutkan puluhan hadiah hiburan dan tiga buah hadiah utama berupa 2 buah handphone dan satu unit sepeda listrik. Sementara untuk anggota yang memiliki simpanan wajib khusus berhak ikut dalam undian yang memperebutkan satu unit sepeda motor. Salah satu anggota akhirnya sukses membawa pulang satu unit sepeda motor bermerek Yamaha tersebut. (sar)







































