bvn/sar
AKUNTANSI LPD – HUT ke-40 LPD Bali, Senin (23/12/2024) diisi dengan launching buku Akuntansi Bagi LPD. Saat itu, anggota DPD RI Dapil Bali IB Rai Dharmawijaya Mantra memberi kesaksian bagaimana pentingnya akuntansi bagi LPD untuk meningkatkan tata kelola LPD.
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Hari ulang tahun (HUT) ke-40 lembaga perkreditasn desa (LPD) yang digelar di Kampus UNHI Tembau Denpasar, Senin (23/12/2024), salah satunya diisi dengan launching buku Akuntansi yang disusun oleh akademisi FE Unud yakni almarhum Prof. Wayan Ramantha. Launching dilakukan anggota DPD RI Dapil Bali IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Kepala BKS LPD Bali Nyoman Cendekiawan dan Dirut BPD Bali Nyoman Sudharma.
HUT ke-40 LPD Bali dihadiri Pj. Gubernur Bali yang diwakili Kadis Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Bali IGAK Kartika Jaya Seputra, Dirut Jamkrida Bali Mandara (Perseroda) Ketut Widiana Karya, Ketua BKS LPD Bali Nyoman Cendikiawan, Kepala LPLPD Bali Nyoman Arnaya, serta utusan BKS dan LPLPD kabupaten/kota se-Bali. Acara tersebut juga dihadiri 600 orang lebih kepala LPD se-Bali.
Rai Mantra menegaskan, LPD memang telah memiliki ukuran akuntansi secara manajerial keuangan akuntansi cemel tetapi kinerja sosial perlu dipertimbangkan. “Jadi tak hanya cukup dengan cemel tetapi juga sosial sehingga kamal plus S,” ungkapnya.
Dia pun tak lupa mengucapkan selamat atas peluncuran buku akuntansi LPD. Buku ini memberi gambaran supaya LPD tidak terombang-ambing lagi dengan sistem akuntansi yang menyebabkan banyak hal yang merugikan. Buku ini pun mampu menjawab tantangan hari ini sampai masa depan.
Di bagian lain, Pj. Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Kadis PMA IGAK Kartika Jaya Saputra menyambut baik tema Catur Purusa Artha dalam HUT ke-40 LPD saat ini. Menurutnya, kejujuran dan hukum tercermin dalam pengelolaan LPD untuk mewujudkan kasukertan desa adat.
Menurutnya, LPD didirikan pada 1984 berdasarkan Keputusan Gubernur. “Sejak awal dibentuk, LPD bertujuan mendorong perekonomian desa adat, memberantas ijon, membuka peluang kerja, dan meningkatkan daya beli,” ungkapnya.

Ketua BKS LPD Bali bersama undangan.
Saat ini, tegasnya, LPD berkembang sangat pesat. Berdasarkan data Oktober 2024, ada 1.439 LPD dengan total aset Rp 33 triliun lebih. Tenaga kerja yang terserap mencapai 8.200 orang. Tantangan Bali ke depan, katanya, tidak mudah seperti masalah sosial dan stunting. Masalah eksternal seperti alih fungsi lahan, narkoba, dan radikalisme serta paham-paham asing yang tak bisa merusak kearifan bduaya Bali. Untuk itu, Pj. Gubernur mengajak LPD dan semua pihak untuk ngerombo sehingga stabilitas perekonomian Bali tetap terjaga.
Ketua BKS LPD Bali Nyoman Cendikiawan mengatakan, HUT LPD seharusnya digelar 24 November 2024. Namun saat itu ada hajatan nasional, akhirnya disepakati diundur. Semoga di umur 40 tahun bisa dijadikan momen kontemplasi, merenungkan diri, apa yang kita sudah lakukan selama 40 tahun. Yang sudah baik mari kita tingkatkan, yang masih kurang mari kita perbaiki bersama-sama.
Wujud dari krama Bali bahwa LPD itu masih diperlukan. Ini terbukti usia LPD sudah 40 tahun. Walau begitu, dia berharap bisa menerapkan kebutuhan-kebutuhan kekinian dengan konsep “Berteknologi Barat Berjiwa Timur”. Tentu secara teknologi digitalisasi komputerisasi kita lakukan penyesuaian. Dengan begitu bisa memberikan pelayanan yang terbaik, cepat mudah dan ringan.
Kepada media, Cendikiawan berharap bisa memberikan edukasi dan menyajikan berita yang berimbang. Hal ini karena dari 1439 LPD yang ada di Bali, persentase yang baik yang memberi kontribusi ke desa adat jauh lebih banyak. Jangan semata-mata diukur dengan cemel saja, tetapi cemel S, sosialnya. LPD memberikan manfaat sosial bagi krama adat untuk kelestarian seni adat dan budaya. Tadi sudah juga diluncurkan buku dari Prof Ramantha almarhum. Di sana jelas kajiannya adalah cemel S karena beliau adalah seorang akademisi dan praktisi. (sar)








































