Beranda Badung News Ketua Komisi IV DPRD Badung: PTM di Badung Tergantung Vaksinasi Kalangan Guru

Ketua Komisi IV DPRD Badung: PTM di Badung Tergantung Vaksinasi Kalangan Guru

ist

FOTO BERSAMA – Ketua Komisi IV Made Sumerta (tengah) berfoto bersama dengan peserta raker, Senin (17/5).

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Pembelajaran tatap muka (PTM) di Badung disesuaikan dengan surat keputusan bersama (SKB) 4 meteri yang diserahkan ke daerah. Salah satu syarat untuk menggelar PTM yakni protokol kesehatan terutama vaksinasi di kalangan guru-guru.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Badung Made Sumerta usai rapat kerja membahas TPP di kalangan guru, PNSD, kepala sekolah, penilik dan pengawas, Senin (17/5). “Semuanya bergantung pada zone hijau tiap wilayah dan berapa persen guru yang sudah menjalani vaksinasi,” ujar politisi PDI Perjuangan asal Kuta Selatan tersebut.

Saat ini, ujar Bendesa Adat Pecatu tersebut, vaksinasi di kalangan guru masih saja menjumpai kendala. Misalnya ada guru yang memang sakit, punya riwayat, tak penuhi syarat akibat tensi dan hamil. Selain itu, kata Sumerta, orangtua wajib memberi persetujuan untuk bisa berjalannya PTM ini.

Karena itu, guru harus mampu menunjukkan bahwa mereka sudah menjalani vaksinasi. Misalnya tunjukkan sertifikat vaksinasi tersebut, bila perlu di-upload sehingga diketahui oleh para orangtua murid serta komite sekolah. Ini akan memberikan keyakinan untuk meningkatkan imun. Dengan begitu, tak ada keragu-raguan lagi di kalangan orangtua selanjutnya membolehkan anaknya mengikuti PTM.

Selain itu Sumerta berharap, Badung bisa segera menjadi zona hijau sehingga bisa melaksanakan PTM ini. Data yang masuk baru Petang, kecamatan lain seperti apa. “Data ini belum kami dapatkan hingga saat ini,” tegasnya.

Senada dengan Ketua Komisi IV, Plt. Kadisdikpora Badung Made Mandi menyatakan, sebelum melaksanakan PTM, semua guru dan pegawai harus sudah menjalani vaksinasi yang lengkap sebanyak dua kali. Hasil koordinasi, masa pembentukan imun tubuh berlangsung 28 hari sejak vaksinasi yang kedua. Untuk itu, pihaknya ingin mendata berapa guru dan pegawai yang sudah tervaksin.

Baca Juga  Geliatkan Ekonomi di Saat Covid-19, Parwata Minta Galakkan Proyek Padat Karya

Selanjutnya, baru mengecek wilayah-wilayah yang masuk zona kuning dan hijau. Langkah berikutnya baru melaksanakan PTM secara terbatas dan bertahap. “Kami prediksi pertengahan Juni, PTM terbatas dan bertahap sudah mulai digelar,” katanya.

Saat itu, pihaknya juga akan menggelar simulasi sehingga ketika pembelajaran 2021-2022 dimulai, kita sudah betul-betul ready. Tinggal melihat perkembangan covid seperti apa. “Kalau itu sudah reda, astungkara, PTM akan digelar di bulan Juli,” tegasnya.

Editor N. Sarmawa