Beranda Denpasar News Kota Denpasar Nihil Penambahan Kasus Positif Covid-19, Kasus Sembuh Bertambah 1 Orang

Kota Denpasar Nihil Penambahan Kasus Positif Covid-19, Kasus Sembuh Bertambah 1 Orang

Hosting Indonesia

ist

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Selama dua hari berturut-turut sejak kemarin Kota Denpasar mencatatkan nihil penambahan kasus meninggal dunia dan kasus positif covid-19. Hal tersebut tertuang dalam data resmi penanganan covid-19 Kota Denpasar pada Senin (13/12). Sementara itu kasus sembuh bertambah 1 orang.

Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif covid-19 di Kota Denpasar tercatat 37.932 kasus. Angka kesembuhan pasien covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 36.858 orang (97,17) persen), meninggal dunia 1.001 orang (2,64 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan 73 orang (0,19 persen).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, kendati kasus covid-19 di Denpasar sudah semakin menurun dan melandai namun penularan virus covid-19 masih ditemukan. Karena itu ia tetap mengimbau masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktivitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 2 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi covid-19 dengan varian baru.

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan, berbagai upaya terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona risiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian. Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan serta eco enzym wilayah secara terpadu.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi menyasar anak-anak usia sekolah 12-17 tahun, ibu hamil dan disabilitas. (wes/hmden)

Baca Juga  Tinjau Sosialisasi "JKN Goes to Banjar", Walikota Jaya Negara Pastikan Warga Ikut Jaminan Kesehatan Nasional
Hosting Indonesia