Beranda Berita Utama Lagi, Tim Yustisi Denpasar Jaring 9 Pelanggar Prokes

Lagi, Tim Yustisi Denpasar Jaring 9 Pelanggar Prokes

ist

PELANGGAR – Tim Yustisi Denpasar menjaring pelanggar prokes dalam sebuah operasi.

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Tim Yustisi Kota Denpasar kembali menjaring 9 orang pelanggar protokol kesehatan saat melakukan penertiban pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jalan Cokroaminoto – Jalan Maruti, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Rabu (20/1). Pelanggar tanpa menggunakan masker didenda, sedangkan menggunakan masker dengan cara tidak benar diberikan pembinaan dan sanksi sosial.

Kepala Satpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, dari hasil penertiban hari ini, 9 orang pelanggar terjaring. Sebanyak 7 pelanggar didenda di tempat masing-masing Rp 100.000 karena tidak mengenakan masker. Dua orang lagi diberikan pembinaan karena memakai masker dengan cara tidak benar.

Selain itu, 9 orang pelanggar itu juga diberikan sanksi fisik maupun sosial. Sanksi fisik, mereka semua diberi hukuman push up, sanksi sosial disuruh menyapu jalan dan menandatangani surat pernyataan tidak akan melanggar protokol kesehatan lagi.
“Apabila di kemudian hari kembali ditemukan melakukan pelanggaran kembali, kami terpaksa akan memberikan tindakan yang lebih tegas. Bisa kami angkut ke kantor Satpol PP Kota Denpasar untuk diberikan pembinaan lebih lanjut,” tegas Anom Sayoga.

Sanksi itu diberikan agar ada efek jera dan sadar akan pentingnya protokol kesehatan. Dari kegiatan itu Anom Sayoga menegaskan, kepada masyarakat agar selalu menaati protokol kesehatan terutama saat melakukan aktivitas di luar rumah yakni selalu menjaga jarak, gunakan masker, dan selalu cuci tangan.
Menurut Anom Sayoga, langkah itu harus diterapkan karena kasus covid-19 masih rawan, sementara di sisi lain jumlah ruang isolasi di rumah sakit maupun tenaga medis sangat terbatas dibandingkan jumlah orang yang terjangkit Covid-19. Kekurangan tenaga medis harus dipikirkan salah satunya adalah masyarakat harus menaati protokol kesehatan sehingga tidak ada penambahan jumlah kasus lagi.

Baca Juga  Stana Dewi Kemakmuran, Pura Tanah Kilap "Diserbu" Pemedek saat Kuningan

Anom Sayoga juga mengimbau dan mengajak masyarakat agar menerapkan perilaku hidup sehat. Dengan hidup sehat berarti pikiran menjadi sehat jernih, sehingga bisa produktif dan aman.

Editor Wes Arimbawa