ist
BAKSO – Ketua MDA Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet didampingi Ketua Yayasan Tresna Catur Asrama Ketut Serinama menyerahkan produk bakso produksi yayasan kepada salah seorang undangan.
DENPASAR (BALIVIRAL NEWS) –
Walau sempat vakum, Seka Demen Bali (SDB) tak henti-hentinya memikirkan eksistensi krama Bali terutama di sektor ekonomi. Melalui Yayasan Tresna Catur Asrama, SDB berharap mampu membangkitkan ekonomi masyarakat Bali.
Ketika diwawancarai saat peluncuran Bakso Demen Masari, Kamis (25/6) lalu, Ketua Yayasan Tresna Catur Asrama (TCA) Ketut Serinama mengajak krama Bali untuk berperan aktif dalam Bakso Demen Masari ini. “Selain sebagai pemegang saham, kami mengundang krama Bali untuk terlibat sebagai agen bakso termasuk reseller atau penjual dengan menyiapkan tempat berjualan,” tegasnya.
Untuk wilayah Bali, ujarnya, agen, reseller, maupun penjual tentu diperlukan dalam jumlah banyak. Pada tahap awal, TCA akan menggarap Denpasar terlebih dahulu, selanjutnya kabupaten penyanding seperti Badung, Gianyar dan Tabanan. “Berikutnya baru masuk ke semua kabupaten/kota di Bali,” tegasnya.
Saat ini, konsumsi bakso di Bali relatif tinggi. “Jika produksi bakso bisa dilakukan oleh krama Bali, ini dipastikan akan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat Bali,” tegasnya sembari menambahkan, ini baru salah satu program yang akan dilaksnakan Yayasan TCA.
Saat ini, Yayasan TCA sudah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan nomor AHU-0005909.AH.01.04 tahun 2020 tentang pengesahan pendirian badan hukum Yayasan Tresna Catur Asrama.
Badan pendiri yayasan dengan kekayaan awal Rp 30 juta ini, terdiri atas 30 orang. Yayasan ini terdiri atas tiga organ yakni pembina, pengurus dan pengawas. Pembina diketuai Prof. Drs. IB Sudana dengan empat anggota yakni Gusti Ngurah Gede Puja, Ketut Ariantara Ariawa, Wayan Puja Duarsa, dan Ni Nyoman Nilawati.
Sementara pengurus diketuai Ketut Serinama, Wakil Ketua I Nyoman Yadnya dan IB Sudirga. Sekretaris Umum I Ketut Gede Sugita dengan dua wakil masing-masing Ketut Wirya dan Nyoman Sudjana. Bendahara Umum Ketut Sumerta dengan dua wakilnya yakni Ketut Mardiartha dan Wayan Santiani.
Selanjutnya pengawas diketuai I Kompyang Sarpa dengan dua anggota masing-masing Gusti Ngurah Gede Putra dan Made Sudiantara.
Editor Wes Arimbawa








































