Beranda Badung News Minim Kelola Lahan Sawah, Delapan Subak di Badung Berpeluang Dimerger

Minim Kelola Lahan Sawah, Delapan Subak di Badung Berpeluang Dimerger

bvn/sar

Kadisbud Badung I Gede Sukadana.

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Sekitar empat hingga delapan subak di Badung berpeluang dimerger atau digabung. Hal ini menyusul maraknya alih fungsi lahan sehingga sejumlah subak mengelola lahan persawahan yang sangat minim.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Gede Sukadana, S.Ag, M.Si, usai melakukan rapat kerja dengan Komisi IV DPRD Badung, Selasa (3/11/2026). “Sejumlah subak memang berpeluang dimerger karena mengelola lahan sawah sangat minim,” tegasnya.

Ditanya berapa subak di Badung yang tidak lagi memiliki sawah atau mengelola lahan yang sangat minim, Sukadana mengaku masih perlu melakukan pengecekan. “Untuk ini, kami cek dulu datanya agar tidak salah memberikan keterangan,” ungkapnya lagi.

Dia pun mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Majelis Subak karena data mengenai subak itu memang ada di Majelis Subak. Walau begitu, dia mengaku rekapan data sudah dimintanya dan sekarang masih dalam proses.

Ditanya pekaseh (kepala subak, red) yang mengelola berapa hektar sawah yang masih tetap diberikan insentif atau gaji, Sukadana menyatakan, hasil kesepakatan dengan beberapa kelian subak atau pekaseh yang dirancang kegiatannya oleh Majelis Subak itu, subak yang luasannya di bawah 5 hektar itu akan dimerger.

Walau begitu, dia menyatakan ada juga subak yang mengelola lahan di atas 60 hektar. Kita juga akan melihat situasi dan kondisi di lapangan agar tidak sampai menimbulkan perpecahan. Dia menyebut, insentif pekaseh sekitar Rp 5 juta lebih dan pangliman sekitar Rp 3 juta sekian.

Sebelumnya Wayan Sandra, salah satu anggota Dewan Badung mengungkap data bahwa ada subak yang sudah tidak memiliki lahan sawah. Ketika ini terjadi, politisi PDI Perjuangan dari Dapil Kuta Utara tersebut minta Dinas Kebudayaan untuk mencabut insentif pekaseh dan pengurus subak yang tak lagi mengelola sawah. (sar)

Baca Juga  Tingkatkan Kapasitas Relawan, Pramuka Bali Harus Terdepan Dalam Lakukan Edukasi Prokes