Beranda Another Region News Pekerjakan 125 Warga Nongan, Putri Koster Kunjungi Industri Pia Mawar

Pekerjakan 125 Warga Nongan, Putri Koster Kunjungi Industri Pia Mawar

sar

PIA – Putri Koster meninjau produksi pia Mawar di Desa Nongan sebelum melakukan kampanye, Sabtu (14/11/2020).

 

AMLAPURA (BALIVIRAL NEWS) –

Selain potensi pertanian dan jasa, Desa Nongan juga memiliki potensi industri. Yang sudah berdiri salah satunya industri jajanan pia Mawar yang sudah berdiri tiga generasi tersebut.

Di sela-sela kampanye untuk paslon DANA-DIPA, Sabtu (14/11/2020), kader PDI Perjuangan Ny. Putri Suastini Koster sempat meninjau industri yang mempekerjakan sekitar 125 tenaga kerja tersebut. Selain pia, industri ini juga memproduksi pastel dan jajan potongan.

Dengan cekatan, karyawan yang dominan ibu-ibu rumah tangga tersebut memasukkan olahan tersebut ke oven, kemudian memotong-motong, membungkus hingga mengepaknya. Ini tentu saja memberikan kontribusi besar bagi Nongan, terutama warganya yang berhasil dipekerjakan serta kontribusi ke desa.

Saat diwawancarai owner Pia Mawar Putu Antara menyebutkan, industri pia ini merupakan industri yang dirintis orangtuanya. “Saya hanya melanjutkan sejak tahun 1978,” katanya.

Pada tahun itu, kata Antara, karyawannya hanya 5-7 orang dan alat-alat yang digunakan pun masih tradisional. Hasil produksinya waktu itu hanya dipasarkan di wilayah Klungkung.

Namun pada 1980-1985, pihaknya mulai melalukan inovasi. Selain pia, pihaknya juga mulai memproduksi pastel dan jajan potongan. Yang membedakan dengan produk lain, katanya, kalau pastel di tempat lain digoreng, di tempatnya pastel justru dioven. “Kalau di tempat lain menggunakan daging, kami menggunakan selai,” ujar Putu Antara memaparkan keunggulan produknya dengan produk sejenis.

Setelah itu, mulai 1987 pasar mulai berkembang. Produk mulai merambah Denpasar, Gianyar, Karangasem, Buleleng dan hampir seluruh Bali. Karenanya, volume produksi pun bertambah dan karyawan yang diperjakan pun lebih banyak.

Saat ditanya pandemi covid saat ini, Putu Antara tidak menampik usahanya juga terkena imbasnya. Harga bahan baku naik, sementara pemasarannya mengalami sedikit kelesuan. Walau begitu, pihaknya tak mau menaikkan harga. “Yang dilakukan hanya memperkecil produk dan mengurangi keuntungan,” katanya.

Baca Juga  Pemprov Bali Bersama Kementerian PPA Komitmen Beri Perhatian Khusus Anak Yatim, Piatu, dan Yatim Piatu Akibat Pandemi

Dengan begitu, dia mampu mempertahankan pasar dan karyawannya pun masih tetap bisa bekerja. “Komitmen kami, karyawan harus tetap bekerja sehingga ekonomi keluarganya masih tetap berjalan di tengah pandemi,” ungkapnya.

Ditanya pendapatan karyawannya, Antara menyatakan, pekerjaan yang diberikan menggunakan sistem borongan. Keunggulannya, karyawan akan termotivasi untuk bekerja dengan baik dan cepat sehingga memperoleh hasil yang baik. “Kalau rata-rata mereka menerima upah secara layak,” katanya.

Made Simpen, salah seorang pekerja yang ditemui saat menjalankan tugasnya membungkus pia membenarkan pekerjaannya menggunakan sistem borongan. “Setiap hari tiang dapat sekitar Rp 70.000,” katanya.

Dia menyatakan sangat bersyukur dengan keberadaan industri jajanan di desanya sehingga mampu mempekerjakan warga terutama ibu-ibu rumah tangga. Dengan industri ini, kami para ibu mampu membantu ekonomi keluarga,” ujar Simpen yang mengaku sudah bekerja sejak enam tahun yang lalu.

Editor N. Sarmawa