Beranda Badung News Perumda Pasar MGS Badung Diminta tetap Upayakan Penambahan Pendapatan

Perumda Pasar MGS Badung Diminta tetap Upayakan Penambahan Pendapatan

Putu Alit Yandinata

 

MANGUPURA (BALIVIRAL NEWS) –
Meski di tengah pandemi Covid-19, Dewan Badung meminta agar Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Mangu Giri Sedana (MGS) tetap berinovasi demi terkejarnya target pendapatan. Salah satu yang diminta dikaji adalah menambah jadwal buka Pasar Beringkit, Mengwi.
Hal ini diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Badung, I Putu Alit Yandinata, Kamis (2/7) usai kunjungan kerja ke Perumda Pasar MGS. “Kami berharap MGS tetap berupaya mengejar pendapatan,” ujar politisi dari Dapil ABiansemal ini.
Menurunnya tingkat kunjungan ke pasar, ujar politisi PDI Perjuangan itu, berbanding lurus dengan jumlah transaksi serta pendapatan. Meski begitu, Alit Yandinata menegaskan Perumda Pasar tak boleh larut dalam suasana tersebut. “Bagaimana pun, kita tidak boleh larut dalam penurunan-penurunan itu. Kita harus tetap semangat, semangat menghadapi ke depan untuk pasar ini. Langkah-langkah apa yang bisa kita lakukan, posisinya bertahan atau melangkah,” ujarnya.
Posisi perusahaan plat merah tersebut, katanya, masih bertahan. Hal ini tentunya tak bisa seterusnya. Sebab tak bisa dipungkiri Perumda Pasar harus tetap mengejar target pendapatan yang saat ini rata-rata Rp 2 miliar per bulan.
Pihaknya pun kata Alit, sudah memberikan kiat dalam konteks pengelolaan. Salah satunya mengkaji kemungkinan menambah jadwal buka Pasar Beringkit, Mengwi. “Contohnya, kami sudah diskusi dengan pengelola, apakah kita melakukan pemecahan dalam sebuah ruang dan gerak, tiap hari kita membuka Pasar Beringkit ini,” ujarnya.
Karena, kata dia, ini merupakan salah satu upaya memecah konsentrasi pengunjung ke Pasar Beringkit yang saat ini buka dua kali dalam seminggu. “Ini salah satu bagian memecah terkonsentrasinya (pengunjung) dalam satu minggu dua kali dibuka, yaitu Rabu dan Minggu,” paparnya.
Ia mencontohkan, pada Rabu dan Minggu tingkat kunjungan rata-rata 6 ribu-8 ribu. Dengan menambah jadwal buka, maka masyarakat lebih leluasa bertransaksi, serta juga memperluas ruang gerak menjelang kenormalan baru. “Kalau kita berikan pemecahan ruang dan gerak melakukan transaksi, mulai Senin, Selasa, dan seterusnya, ini sebuah langkah untuk menghadapi new normal ini,” ucapnya.
Namun, ia menegaskan hal ini harus dilakukan dengan kajian sehingga tak sia-sia nantinya. “Tentu ini (harus) berdasarkan kajian, apakah supply dan demand ini di atas angin, atau tidak. Kalau tidak, kita kembali ke kebijakan pengelolaan sebelumnya,” tandasnya.
Editor Devi Karuna
Baca Juga  Dinas Kesehatan Provinsi Bali Bentuk Forum Komunikasi Risiko "One Health" untuk Tangani Pandemi Covid-19, Rabies, dan Krisis Kesehatan Lain