Beranda Badung News Puspa Negara: PSEL Bukti Perhatian Serius Presiden Prabowo pada Bali

Puspa Negara: PSEL Bukti Perhatian Serius Presiden Prabowo pada Bali

bvn/r

Wayan Puspa Negara.

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

PSEL resmi dibangun Rabu, 8 Juli 2026 oleh Danantara yang merupakan perhatian khusus Presiden Prabowo kepada Bali. Ini menjadi solusi strategis atasi darurat sampah terutama Badung, Denpasar dan sekitarnya.

Hal tersebut diungkapkan anggota DPRD Badung Wayan Puspa Negara, SP, M.Si kepada Baliviralnews.com, Kamis (9/7/2026). “Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo melalui Danantara yang telah memberi perhatian tulus, cepat dan luar biasa terhadap masalah sampah di Bali. Semoga Bapak Prabowo selalu sehat, bahagia, sukses dan cemerlang,” ujar Puspa Negara yang juga Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Kabupaten Badung.

Menurut politisi Partai Gerindra dari Legian Kuta tersebut, PSEL dipastikan dapat memperkuat daya dukung Bali menuju pariwisata hijau dan berkelanjutan (green and sustainanle tourism).

Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali senilai Rp 3 triliun telah resmi mulai dibangun pada 8 Juli 2026. Berlokasi di area Pelindo Benoa wilayah Denpasar Selatan, fasilitas ini diproyeksikan mampu mengolah hingga 1.500 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik untuk sekitar 100.000 rumah tangga. Proyek yang digarap oleh Danantara Indonesia ini ditargetkan beroperasi pada semester pertama 2028.

“Pembangunan PSEL Bali diresmikan oleh Danantara bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) sebagai solusi terpadu atasi darurat sampah di kawasan Denpasar Raya (Denpasar dan Badung),” tegasnya.

Dia memastikan, proyek ini menggunakan teknologi moving grate incinerator dengan sistem pengendalian emisi standar Eropa. Fasilitas ini merupakan langkah strategis umtuk mengatasi lonjakan volume sampah di kawasan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.

Selain itu, Puspa Negara juga memberikan apresiasi terhadap Gubernur yang telah searah untuk mendukung percepatan pembangunan PSEL ini. “Saya melihat fasilitas ini adalah solusi yg mengarah tuntas terhadap krisis sampah yang membebani pariwisata Bali,” ujarnya.

Baca Juga  Jelang Pilkada, Ketua DPRD Badung Putu Parwata Minta Masyarakat Jaga Kondusivitas

Selain mengatasi darurat sampah di kawasan Denpasar dan Badung,katanya, PSEL ini akan membantu TPA Suwung beralih dari sistem pembuangan terbuka (open dumping). PSEL ini juga mengurangi volume sampah dan menekan emisi karbon hingga 80% dan proyek ini juga diproyeksikan menyerap sekitar 1.200 lapangan kerja.

PSEL diharapkan selesai dalam 15 bulan agar proyek  tuntas pada akhir 2027. Fasilitas senilai Rp 3 triliun ini adalah kebijakan Presiden Prabowo dan mengarah pada  solusi tuntas untuk mengatasi permasalahan sampah di Bali. Presiden Prabowo sangat konsen dengan Bali dan tentu menekankan proyek ini akan mengakhiri polemik sampah yang membebani pariwisata, memperbaiki citra Pulau Dewata, serta mendukung kemajuan pariwisata yang lebih hijau dan berkelanjutan. (sar)