ist
Gedung Rektorat Universitas Udayana
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Universitas Udayana (Unud) dikenal sebagai lembaga pendidikan tinggi negeri yang tertua di Bali. Dalam usianya yang ke-60 tahun, Unud menjadi skala prioritas bagi setiap orang, ketika yang bersangkutan akan dan/atau sedang berproses untuk memasuki jenjang perguruan tinggi. Inilah sekelumit gambaran tentang Unud di mata masyarakat.
Kepercayaan masyarakat kepada Unud merupakan suatu keniscayaan. Mengingat Unud senantiasa berproses untuk menunjukkan kualitas pengelolaan pendidikan tinggi kepada publik, baik dilihat dari segi kualitas lulusan mahasiswa Unud maupun manajemen pendidikan yang diberlakukan di Unud. Utamanya mengenai kualitas lulusan, tentu sudah banyak alumni Unud yang terbukti kiprahnya dalam lingkungan eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.

Rektor Unud Prof. Nyoman Gde Antara
Citra ini yang kiranya turut mendorong calon mahasiswa non-KTP Bali berlomba-lomba untuk berhasil kuliah di Unud. Berdasarkan data mahasiswa Universitas Udayana, saat ini mahasiswa Unud tercatat berasal dari 34 provinsi yang di Indonesia. Jumlah mahasiswa yang berasal dari luar Bali tersebut terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Fakta juga menunjukkan bahwa ada banyak mahasiswa asing yang studi di Unud. Capaian-capaian tersebut yang selanjutnya mengantarkan Unud untuk dikenal secara nasional sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia dan universitas yang memiliki jumlah mahasiswa internasional terbanyak di Indonesia.
Guna mempertahankan tingkat kepercayaan publik kepada Unud, Rektor Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU. menyatakan, Unud akan senantiasa melengkapi dan meningkatkan kualitas mutu sarana-prasarana perkuliahan serta menjaga iklim akademik di lingkungan Unud. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa nantinya dapat kuliah dengan nyaman, aman, dan mampu menyelesaikan kuliahnya tepat waktu.
Terlebih lagi dengan adanya Ikatan Alumni Universitas Udayana (IKAYANA) yang saat ini mencapai 110 ribu orang, maka diharapkan pascalulus kuliah, para alumni dapat saling bertukar informasi seputar dunia kerja. Dengan demikian, upaya ini turut mempercepat alumni untuk meraih pekerjaan dan/atau lebih cermat dalam melihat peluang untuk membuka bisnis sendiri.
Pada tahun 2022 ini, Unud yang tengah menyandang predikat Akreditasi A dari BAN-PT dan memperoleh 3 bintang dari QS STARS akan menerima 6.549 orang mahasiswa baru. Formasi ini diperuntukkan mengisi daya tampung 49 program studi S1 dan 3 diploma. Adapun formasi 6.549 orang akan dibagi melalui 3 jalur seleksi masuk, antara lain: (a) 2.000 orang akan dijaring melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN); (b) 2.500 orang melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN); dan (c) 2.049 orang akan dijaring melalui Jalur Tes Mandiri.
Meskipun peserta seleksi masuk nantinya diprediksi berasal dari berbagai provinsi yang di Indonesia, Rektor tetap mengimbau kepada masyarakat Bali dan sekitarnya agar tetap optimis dan fokus guna mengikuti seleksi masuk Unud. Rektor menjamin bahwa seleksi masuk Unud dilaksanakan secara profesional dan transparan, sehingga setiap orang memiliki kesempatan untuk mendapatkan kualitas perkuliahan yang baik di Unud, meskipun dalam situasi ekonomi yang relatif tidak menentu akibat pandemi covid-19.
Sebagai penutup, Rektor menyampaikan, Unud saat ini telah berorientasi pada kepentingan nasional. Unud memiliki rasa tanggung jawab yang besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) tidak hanya di Bali saja tapi juga di Indonesia. Namun, upaya peningkatan SDM tersebut tidak akan lepas dari nilai-nilai budaya yang berkepribadian Indonesia. Oleh karenanya, SDM jebolan Unud nantinya dapat menjadi insan yang unggul, mandiri dan berbudaya serta akan selalu berkontribusi pada pembangunan bangsa dan negara Indonesia tercinta ini. (sar/bvn)
Sumber: http://www.unud.ac.id








































